Fimela Who's Who 2014: The Renaissance Girl, Maudy Ayunda

Fimela Editor diperbarui 01 Jan 2015, 13:30 WIB
2 dari 4 halaman

Next

Jakarta Pagi di bulan September, tim FIMELA.com sempat diundang untuk berkunjung langsung ke kediaman bintang muda, Maudy Ayunda, yang terletak di Jakarta Selatan. Kami cukup beruntung bisa menyela waktu liburannya di Indonesia. Belakangan, perempuan penuh bakat ini memang sedang sibuk mengejar karier pendidikannya sebagai ahli ekonomi di London, Inggris.

Suasana rumahnya yang asri bikin kami betah berlama-lama di sana, belum lagi sambutan ramah dari Sang Pemilik Rumah, Maudy dan Sang Mama yang rela menjamu kami dengan makanan hasil buatan sendiri. Kami bahkan sempat menengok ruangan pribadi Maudy yang cukup terkonsep dengan rapih yang menggambarkan kepribadian Maudy yang girly, fashionable, smart, dan punya punya segudang rencana rapi dalam hidup dan kariernya.

Obrolan kami mengalir soal kegiatannya selama kuliah di jurusan P.P.E (Politic, Philosophy and Economics di Oxford. �It�s very a busy life,� katanya pertama kali. �Waktu belajar aku sangat padat selama dua bulan penuh. Hampir tak ada waktu untuk jalan-jalan ke luar kota menikmati keindahan Inggris. Seminggu saja, aku bisa melahap lebih dari lima buku pelajaran,� tambahnya.

Sekilas jurusan yang diambil sedikit berat terdengar, tapi tidak bagi Maudy yang justru sangat menikmati keragaman ilmu yang didapat dari pendidikannya. �Jurusan aku  mencakup tiga hal, yaitu politik, filosofi dan ekonomi. Aku suka karena pengetahuan yang didapat nggak monoton tapi sangat luas,� alasannnya. �Apalagi, di sana aku banyak berteman dengan orang dari berbagai jurusan, obrolan kami jadi jauh lebih berkembang. Aku jadi punya perspektif yang berbeda,� tuturnya tak habis karena merasa nggak sabar ingin kembali belajar.

Wardrobe : ETCLO

3 dari 4 halaman

Next

Yang paling disukai dari sistem pendidikan di sana, cara belajar fleksibel yang diterapakan tiap dosen. �Bisa satu hari, kami hanya duduk di bawah pohon dan mengobrol saja. Pendidkan yang diterapkan sangat independen� jelasnya.

Maudy ingin sekali bisa menyelesaikan kuliahnya dengan baik dan bisa mengembangkan karier di bidang ekonomi. �Inginnya berhubungan dengan menulis, entah menjadi economic analyst atau menghasilkan tulisan feature mendalam soal ekonomi. Semoga aku bisa membangun networking yang mendukung karier aku di bidang ini,� ungkapnya.

Rencana selanjutnya telah disusun rapi oleh perempuan yang telah merilis dua album berjudul "Panggil Aku" dan "Perahu Kertas ini". �Setelah lulus, aku akan rehat selama dua tahun dan lanjut ambil S-2. Sebelum rehat, aku harus udah apply dan diterima di universitas yang aku tuju. Untuk nama universitasnya masih rahasia,� ungkapnya dengan nada riang.

Mungkin tak banyak selebriti muda yang berani mengambil keputusan untuk mengejar karier pendidikan di kala karier hiburan mereka sedang naik daun. Maudy punya alasan kuat yang ia beberkan, �Selain berkarier di dunia hiburan, aku memiliki mimpi lain di bidang ekonomi. Nah, aku nggak kepengin terbawa oleh salah satunya. Kalau hanya fokus di bidang akting dan nyanyi, aku takut lupa dengan mimpi lainnya,� katanya panjang lebar.

Meski sedang fokus belajar, Maudy nggak serta-merta melupakan karier lainnnya di bidang nyanyi dan akting, Fimelova. Di saat memiliki waktu luang, ia tetap menyalurkan hobinya untuk menulis lagu dan bernyanyi. �Belajar melulu juga bosen makanya aku beli satu gitar kecil untuk ditaruh di sana (Inggris). Aku tetap, kok, menulis lagu. Salah satu lagu yang aku ciptakan di London akan masuk dalam album terbaru aku (simak obrolan kami tentang album baru Maudy di artikel selanjutnya). Sedikit berbeda dari sebelumnya, album terbaru ini terdengar lebih R&B,� katanya.

Wardrobe : ETCLO, H&M, SWANK

4 dari 4 halaman

Next

Selain tetap menyalurkan bakatnya di bidang menyanyi, Maudy juga larut dalam sebuah pemetasan teater di London. �Yang aku suka dari London kotanya itu sangat artsy. Banyak teater yang bisa didatangi. Belum lagi melihat pertunjukan accapella yang disuguhkan di sana. It�s so alive there. Aku bahkan sempat ikut salah satu pertunjukan teater dengan karakter yang berbeda, menjadi seorang bapak,� ungkapnya. �Memang nggak terlalu sukses tapi banyak hal yang bisa aku pelajari di sana. Untuk pertama kalinya, aku bekerjasama dengan sutradara sebaya. Komunikasi kami jadi lebih dua arah dan semua yang dikerjakan lebih transparan. Mereka pun bersikap sangat profesional,� tambah perempuan yang memang sudah memulai kegiatan teater sejak di bangku sekolah dasar.

Menjalani �hidup baru� sebagai mahasiswa di negeri orang membuatnya  jadi lebih banyak berfokus terhadap diri sendiri dan tanggungjawab yang ia punya. �Aku lebih mengenal diri sendiri.  Mungkin sebelumnya masukan dari orangtua dan teman-teman memengaruhi aku. Di sana (London), kepala aku lebih tidak bising dan aku lebih bisa mendengar keinginan aku sendiri. I find my peace of mind in London,� ucapnya.

Maudy sendiri tak ingin terlalu memaksakan diri untuk mengembangkan karier di sana. �Kemungkinan berkarier di sana selalu ada, tapi rencana aku di sana justru bukan itu karena waktunya sangat terbatas. Ketika di sana aku ingin fokus belajar. Begitu kembali ke Indonesia, aku habiskan waktu untuk mengejar yang lain,� ungkapnya. Tekad bulatnya ini bahkan sempat membuat ia harus mengambil keputusan menolak kerjaan yang ditawarkan oleh beberapa pihak dari Indonesia.

We really hope she will pursue all her dreams in the future! Jangan lewatkan artikel kami lainnya ya, Fimelova!

Wardrobe : H&M, ONEANDAHALF, SWANK