Eksklusif Nirina Zubir, Ingin Peran Psikopat dan Jadi Aktris Watak

Anto Karibo diperbarui 05 Jun 2018, 07:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Nirina Zubir tak muluk ketika dianggap sebagai entertainer sejati. Kiprahnya tak hanya di bidang akting, namun ia juga tercatat pernah melakoni karir sebagai pembawa acara juga penyanyi. Nirina yang sebelumnya dikenal sebagai VJ MTV, mengawali peran sebagai Gwen dalam film 30 Hari Mencari Cinta.

***

Kala itu ia beradu akting dengan Maria Agnes, Dina Olivia, dan Luna Maya. Lewat peran tersebut, banyak sineas yang melayangkan cintanya lewat pinangan di beberapa judul film. Dan nyatanya, sebagian besar film yang dilakoninya sukses di pasaran. Sebut saja Belahan Jiwa, Heart, Mirror, (franchise) Get Married, dan lainnya.

Nirina Zubir, pemain film 'Insya Allah 2'. (Fotografer: Bambang E. Ros, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Lewat film-film tersebut, Nirina juga berhasil membuktikan kapasitas dirinya sebagai aktris berkualitas. Namanya juga kerap masuk menjadi nominasi dalam ajang penghargaan bidang perfilman dan beberapa penghargaan bergengsi pernah disabetnya. Penghargaan tertinggi yang dimaksud seperti Aktris Terfavorit di Indonesian Movie Awards 2007, Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia 2006.

Nirina juga pernah menjadi Best Actress di Bali International Film Festival 2006, juga Aktris Terpuji di Festival Film Bandung 2007. Semua berkat perannya di film Heart bersama Irwansyah dan Acha Septriasa. “Dalam memilih peran di film, aku selalu mengutamakan yang sesuai dengan hati,” ungkap Nirina Zubir saat menyambangi kantor Bintang.com, kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Nirina sendiri bermain dalam film terbarunya berjudul Insyaallah Sah 2, yang disutradarai oleh Anggy Umbara ini. Nirina Zubir berperan sebagai polisi bernama Jingga. Ia merupakan sosok yang tegas di tengah kelucuan-kelucuan yang dibangun menjadi cerita film. ”Ia sangat berwibawa, jarang senyum kalau bukan ketika selfie,” kata istri musisi Ernest Fardiyan Syarif. 

Nirina Zubir, pemain film 'Insya Allah 2'. (Fotografer: Bambang E. Ros, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Dengan ragam peran yang pernah dimainkan, Nirina ternyata merasa belum puas. Sampai saat ini, pelantun Hari Ini, Esok, dan Seterusnya itu masih berharap dirinya mendapatkan tawaran sebagai seorang psikopat. Sebagai aktris papan atas, Nirina ingin menantang dirinya dalam mengeksplorasi kemampuannya menjadi karakter lain dan berbeda dari peran sebelumnya juga karakternya di dunia nyata.

“Komedi udah, aksi udah, horror atau thriller udah. Ke depan, maunya jadi peran antagonis atau psikopat gitu,” lanjut wanita 38 tahun tersebut yang membeberkan alasannya kenapa ingin bermain sebagai karakter ‘orang sakit’ tersebut.

Berikut petikan wawancara eksklusif Bintang.com dengan Nirina Zubir mengenai peran teranyarnya dalam film Insyaallah Sah 2 bersama Pandji Pragiwaksono, Donny Alamsyah, Ray Sahetapy, Tanta Ginting, Luna Maya, Tarsan, dan lainnya, juga tentang keinginannya sebagai pemeran.

2 dari 3 halaman

Beban Berat Nirina Zubir Sebagai Polisi

Nirina Zubir, pemain film 'Insya Allah 2'. (Fotografer: Bambang E. Ros, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Lewat film Insyaallah Sah 2, Nirina kembali menjadi seorang polisi. Bukan kali pertama Nirina menjadi penegak hukum, sebelumnya ia pernah berlakon sama dalam film Comic 8, garapan sutradara Anggy Umbara. Dibandingkan dengan film sebelumnya, ada beban berat yang menghinggapi Nirina difilm produksi MD Pictures tersebut. Seperti apa?.

Sosok Jingga seperti apa?

Dia kan kapten ya. Punya bawahan banyak yang tegap. Cuman Jingga yang imut. Tapi sangat berwibawa dan jarang senyum kecuali diajak selfie, itu pun milih-milih.

Ada kesulitan?

Saat serius di-take. Situasinya lucu, skrip yang bikin lucu, sementara Jingga-nya harus yang cool. Yang nahannya (ketawa) susah. Belum lagi ketemu ama orang-orang seperti Raka (Pandji Pragiwaksono) dan om Tarsan yang ngomong loh aja udah mengundang tawa.

Nirina Zubir, pemain film 'Insya Allah 2'. (Fotografer: Bambang E. Ros, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Berhasil bertahan?

Lumayan berhasil yah, tapi jadi lumayan sakit perut. Dibantu ama teman-teman sih. Tapi dibandingin Donny Alamsyah, Jingga masih lumayan ada titik dimana masih senyum saat selfie. Kalau Donny karakternya lebih kenceng lagi. Mikirnya kalau Donny bisa, saya harus bisa.

Pernah Kelepasan?

Iya pas subuh. Waktu itu untuk membacakan surat penangkapan. Diulang sampai berkali-kali pengambilan gambarnya.

Sebagai polisi juga terlibat adegan aksi?

Karena udah yang serius, akhirnya turun tangan karena Donny susah ditangkap. Tapi tinggal perintah doang.

Peran tersebut yang akhirnya bikin Nirina tertarik main?

Banyak sekali yang sayang ama Na ya. Jadiin polisi juga. Berawal dari Get Married, lalu Comic 8 hahaha.

Syuting berapa lama dan dimana aja?

Ga lama banget bagian saya, sekitar 2 minggu, di Jabodetabek aja.

Nirina Zubir, pemain film 'Insya Allah 2'. (Fotografer: Bambang E. Ros, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Film pertama sukses, ada beban dari film sebelumnya?

Ga pernah dibebanin banget. Buat saya main film itu menterjemahkan apa yang diinginkan oleh sutradara untuk perankan sebuah karakter. Kalau buat Na sih masalah penonton bukan beban saya sebagai pemain. Kalau pemain ikut pusing juga, ya pusing banget.

Tanggung jawab kami ya ketika promo dateng, lalu memerankan karakter sebaiknya, masalah penonton bukan tanggung jawab kami. Gak pernah juga punya tujuan main film buat jadi populer. Suka aja sih dunia akting. Nyanyi juga, meski spesialis soundtrack.

Atau beban dengan film Lebaran Nirina yang biasanya sukses?

Gak pernah seperti itu juga sih. Dapet peran yang selalu berbeda pun sudah senang.

3 dari 3 halaman

Nirina Zubir Idamkan Peran Sakit Jiwa

Nirina Zubir, pemain film 'Insya Allah 2'. (Fotografer: Bambang E. Ros, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Dalam setiap karakter yang diperankan, Nirina selalu total dalam melakoninya. Karakter-karakter yang berlainan itu justru membuatnya senang, karena itu menjadi tantangan tersendiri. Nirina sendiri tak ingin masyarakat memberikan label kepadanya sebagai pemeran khusus genre film tertentu. Ia ingin dikenal sebagai seorang pemeran watak yang mampu menjadi sosok lain yang berbeda.

Kamu sudah banyak main film, sudah puas dalam melakoni karakter/peran?

Aku malah pengen melepaskan stereotype Nirina seperti apa. Pengen dikenal sebagai pemeran watak, main karakter. Alhamdulillah dapet terus karakter yang berbeda. Dapat serius main, komedi pernah, lalu action juga. Yang belum sih sekarang ini adalah antagonis atau peran psycho gitu. Yang thriller, membunuh orang gitu. Itu yang lagi diharapkan.

Film horor?

Itu juga udah pernah. Tinggal itu aja. Yang psycho seperti itu.

Nirina Zubir, pemain film 'Insya Allah 2'. (Fotografer: Bambang E. Ros, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Seperti apa?

Apa ya itu, lupa judulnya, namun pemerannya memiliki banyak kepribadian. Pemerannya menjadi seseorang yang mampu memerankan puluhan karakter orang. Mainin peran nenek-nenek, anak, perempuan, laki, dan lainnya. Yang kayak gitu-gitu tuh, mau banget.

Alasannya apa pengen bermain seperti itu?

Di situ bisa eksplore peran banget. Karena satu orang bisa bermain dengan bermacam karakter di dalam satu film.

Na sendiri kerap bermain film yang tayang saat Lebaran, memang ditargetin?

Aku sih anggap aja rejeki lah. Ga ada target khusus. Kalau di dunia film gak bisa targetin mau tayang kapan. Karena ada satu film lagi yang tadinya mau tayang lebaran, ternyata gak jadi.

Pilih khusus tema keluarga?

Dari dulu yang dipilih saat perankan karakter adalah skrip yang bagus dan aku suka. Kalau komedi harus bisa membuat saya tertawa dulu saat baca skripnya, drama juga bisa bikin mewek sendiri. Na sih pengen melakukan sesuatu berdasarkan hati aja sih. Gak ada target-terget seperti harus main film Lebaran atau apa.

Nirina Zubir, pemain film 'Insya Allah 2'. (Fotografer: Bambang E. Ros, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Kamu selalu libatkan keluarga?

Pasti. Kayak suami, tapi biasanya dibalikin lagi. Akunya suka nggak. Jadi kayak basa-basi doang. Suami kan tahu, dari dulu aku kerjanya main film. Kalau anak nanya palingan. Mami, kamu jadi apa sekarang. Jadi polisi. Aku pikir sudah pernah jadi polisi. Tapi ini polisi berambut pendek, yang terakhir polisi rambut panjang. Kayak gitu. Anak udah ngerti.

Anak tahu konsekuensinya?

Udah dari awal membentuk jadi anak mandiri. Malah kadang jadi kesedihan tersendiri ya. Saat pamit, nak mami pergi ya. Oke mami. Tapi pas daddy pergi, jawabnya no daddy. Tapi emang kita jadi tim ya, kalau aku kerja, daddy-nya yang di rumah. Giliran aku lagi gak ngapa-ngapain, aku ama anak, suami kerja. Bersyukur masih bisa begitu.

Bukan go internasiona seperti yang diidamkan banyak actor atau aktris dalam negeri. Namun Nirina hanya ingin berlakon sesuai dengan harapannya. Dengan raihan pencapaiannya selama ini, juga banyaknyapendatang baru yang juga memiliki kualitas, Nirina Zubir berharap bisa mencapai keinginannya untuk diakui sebagai salah satu aktor watak Indonesia.