Pasang Surut Perjalanan Karier Musik The Rain

Rivan Yuristiawan diperbarui 23 Jun 2018, 21:20 WIB

Fimela.com, Jakarta Grup band The Rain sedang menapaki usia 17 tahun dalam karier bermusiknya. Selama itu, grup asal Yogyakarta itu tak menapik jika sempat mengalami titik terendah dalam berkarya.

Hal tersebut diungkapkan Indra Prasta, sang vokalis saat berkunjung ke kantor Bintang.com, Kamis (21/6/2018). Diakui Indra, titik terendah karier The Rain terjadi pada tahun 2008, saat terjadi konflik internal antara manajemen.

What's On Fimela
The Rain (Foto: Adrian Putra/Bintang.com)

"Sekitar tahun 2008 ya karena kita secara internal lagi nggak sehat. Akhir album ketiga kita sempet secara manajemen berantakan. Nggak rilis sesuatu dan kita berpisah dengan label sebelumnya, itu bener-bener kita sampai sendiri-sendiri dulu, tim produksi pun bubar," ucap Indra Prasta.

Namun, di tengah keterpurukan, The Rain nyatanya masih tetap bisa merampungkan album Perjalanan Tak Tergantikan yang rilis tahun 2009. Di balik itu, proses pengerjaannya album tersebut dilakukan dengan kondisi yang tak biasa.

"Tapi kita berhasil menyelesaikan album kita, Perjalanan Tak Tergantikan. Itu bener-bener album 100 persen dikerjain di rumah ya (masing-masing)," terang vokalis The Rain tersebut.

2 dari 2 halaman

The Rain Lewati Masa Sulit

The Rain (Foto: Adrian Putra/Bintang.com)

Sukses melewati masa kelam tersebut pun nyatanya tak membuat karier The Rain kembali menanjak. Grup yang terkenal lewat lagu Dengar Bisikku itu harus menunggu lima tahun sampai lagu Terlatih Patah Hati kembali membawa The Rain ke puncak popularitas.

"Kalau dipikir-pikir, setelah kita jalani album yang Perjalanan Tak Tergantikan pun kita nggak bener-bener comeback yang gong gitu. Jadi waktu itu popularitas kita pun nggak yang langsung booming lagi. Fans yang akhirnya membuat kita tetep semangat. Baru lima tahun setelah itu, yang Terlatih Patah Hati baru booming lagi," pungkas Indra Prasta.