Bahaya intermitten fasting diet saat menyusui

Karla Farhana diperbarui 12 Okt 2018, 14:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Usai melahirkan, sahabat Fimela pasti ingin mengembalikan bentuk tubuh yang ideal, seperti sebelum memasuki masa kehamilan. Namun, buat para ibu menyusui, diet ketat sepertinya harus ditunda untuk beberapa tahun. Pasalnya, tubuhmu masih membutuhkan banyak nutrisi demi produksi ASI. 

Meskipun begitu, ternyata tetap banyak para ibu muda yang melakukan diet dan olahraga ketat demi mengembalikan berat badan ideal. Ada banyak diet yang banyak dilakukan, salah satunyal intermitten fasting diet. 

Diet ini, tulis Women's Health, memang menjadi salah satu program diet yang paling cepat menurunkan berat badan. Diet ini memiliki jendela waktu 16:8. Dimana sahabat Fimela harus berpuasa selama 16 jam, dan diperbolehkan makan apa saja selama 8 jam. 

Sayangnya, diet ketat yang bisa menurunkan berat badan dengan cepat ini ternyata berbahaya untuk ibu menyusui. Health Line menulis, ibu menyusui membutuhkan nutrisi yang banyak agar tubuhnya bisa memproduksi banyak ASI

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Bahayakan kesehatan ibu dan anak

Ibu dan anak | unsplash.com

Intermitten fasting diet ini juga membahakan kondisi dan kesehatan ibu serta anak. Diet ketat ini akan membatasi jumlah makanan dan cairan pada tubuh ibu. Sehingga, hal ini akan memengaruhi nutrisi dalam ASI yang dikonsumsi anak. 

Seperti yang dijelaskan juru bicara untuk Akademi Nutrisi dan Diet, Torey Armul, R.D.N., selama masa menyusui, seorang ibu membutuhkan sumber cairan dan kalori yang berkelanjutan untuk memelihara jumlah persediaan ASI. Selain untuk ASI, seorang ibu yang menyusui juga membutuhkan lebih banyak nutrisi.