Ditinggal menikah merupakan fase pendewasaan

Endah Wijayanti diperbarui 24 Okt 2018, 14:12 WIB

Fimela.com, Jakarta Sahabat satu per satu sudah menikah dan membangun keluarga. Bahkan pria yang dulu pernah kita sukai dan idolakan pun ternyata sudah menemukan jodohnya. Tinggallah kita di sini masih sendirian menjalani hari-hari seperti biasa.

Saat ditinggal menikah orang-orang terdekat di tengah status kita yang masih sendiri, yakin deh ada sedikit perasaan sedih. Melihat pasangan tersenyum bersama sambil saling menggenggam tangan di pernikahan menghadirkan denyut perasaan yang kadang susah untuk dijelaskan. Apakah kita cemburu pada pasangan yang berbahagia? Apakah kita tidak rela melihat orang lain sudah lebih dulu bahagia menemukan cintanya?

1. Setiap orang akan menikah pada waktunya

Mungkin ini hal yang klise dan sudah sering kia dengar. Pernikahan bukan perlombaan. Setiap orang akan menemukan cinta sejatinya di waktu yang paling tepat. Dan ya setiap orang akan menikah pada waktunya. Meski begitu, tak bisa dipungkiri kalau kadang kenyataan yang ada bisa membuat kita begitu terpukul. Kenyataan bahwa tinggal kita seorang diri yang menemukan tambatan hati, membuat kita merasa dunia sangat tak adil. Kita merasa seolah semesta sengaja mempermainkan kita dan membuat kita jadi orang paling sedih di dunia.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

“My heart might be bruised, but it will recover and become capable of seeing beauty of life once more. It's happened before, it will happen again, I'm sure. When someone leaves, it's because someone else is about to arrive--I'll find love again.” ― Paulo Coelho, The Zahir

ilustrasi./copyright unsplash/Daniel Apodaca

2. Ditinggal menikah hanyalah sebuah fase

Ya, kehidupan ini terjadi dari berbagai fase. Anggap saja saat ini kita juga sedang menjalani sebuah fase. Saat yang lain berbahagia menikah dan membangun rumah tangga mereka, inilah fase kita untuk bisa lebih dewasa. Dewasa untuk kembali menyusun prioritas hidup. Dewasa untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Terus memperbaiki diri agar hidup ini jadi lebih berarti.

3. Doakan yang baik, kebaikan yang lain pun akan kita dapatkan

Tidak susah kok ikut mendoakan kebahagiaan orang lain. Termasuk mungkin mantan yang nikah duluan. Doakan yang baik-baik, yakin deh nanti akan ada kebaikan-kebaikan baru yang akan kita peroleh. Semoga berkah pernikahan dari orang-orang yang kita doakan bisa ikut kita dapatkan juga.

3 dari 3 halaman

“God will bring the right person into your life at the right time. Always believe that! If they are not there, God isn't finished yet!” ― Shannon L. Alder

Ilustrasi/copyright unsplash.com/@wx1993

4. Buang energi negatif, fokus untuk menjadi lebih bahagia

Oke, mungkin ada perasaan tidak rela ketika seseorang yang dulu pernah melukai kita ternyata nikah duluan. Atau ada sahabat yang dulu katanya mau nikah di usia 30an ternyata sudah nikah di awal 20an. Ya sudah, tiap orang punya jalan hidupnya masing-masing. Pernikahan pun bagian dari kehidupan pribadi sendiri. Buang saja semua energi negatif. Fokus untuk mengisi hidup kita dengan hal-hal yang lebih positif dan bikin bahagia.

Semua akan menikah pada waktunya. Bagi yang saat ini masih sendiri, yuk senyum lagi. Ikutlah berbahagia dengan kebahagiaan orang lain. Agar nanti pada waktunya kita menikah, akan ada lebih banyak orang yang ikut berbahagia dengan kita.