Ajaib, Pria Ini Mampu Mengukir Di Kulit Telur

Fimela diperbarui 30 Okt 2013, 15:17 WIB

Anda pasti tahu bagaimana tipis dan rapuhnya kulit telur. Hanya karena benturan dengan suatu benda keras, kulit itu akan retak atau bahkan pecah. Namun, hal itu berbeda jika di tangan Pu Derong, seorang seniman asal Dongzhuangtou, Cina, yang menggunakan telur sebagai media menggambarnya. Tak hanya media atau kanvasnya yang berbeda, cara menggambarnya pun bukan dengan cat air dan kuas seperti seni rupa pada umumnya.

Mungkin di rumah Anda, kulit-kulit telur tidaklah berharga. Namun bagi Pu Derong, kulit telur adalah benda yang memiliki potensi untuk dijadikan mahakarya dengan kemampuan tangannya yang tak biasa. Jika seniman pada umumnya harus menyiapkan berbagai macam alat, yang dibutuhkan Pu Derong hanyalah pisau ukir. Sedangkan untuk pengganti dari cat air atau pewarna, Pu menggunakan warna alami kulit telur itu sendiri.

Seperti dilansir dari situs odditycentral, Pu sudah sangat tertarik dengan seni ukiran kulit telur ini sejak ia masih kecil. Namun apa daya, saat itu Pu kecil tidak memiliki biaya yang cukup untuk mengikuti kursus menggambar. Namun hal itu tidak membuat niatnya surut, ia belajar sendiri bagaimana membuat seni yang dikenal dengan istilah eggshell carvings ini. Pada akhirnya, dengan usaha keras menekuni bidang mengukir telur ini, ia bisa menjadi seperti sekarang.

Jika sebagian besar seniman eggshell carvings melubangi kulit telur untuk menciptakan karyanya, Pu mampu menggambar lukisan-lukisan tiga dimensi tanpa harus membuat lubang. Padahal, kulit-kulit telur tersebut hanya memiliki ketebalan 0.3 mm. Saat mengerjakan karyanya, Pu mengaku harus terus menjaga konsentrasinya. Bagaimana tidak, sedikit saja tangannya meleset, maka kacaulah semua jerih payahnya selama berjam-jam.

Ide lukisan yang biasa ia tuangkan di atas kulit-kulit telurnya adalah gambar-gambar bertema alam, gambar arsitektur serta simbol dan hewan di daerahnya seperti panda, merak dan naga. Saat ini, karya-karyanya yang memiliki nilai seni tinggi itu telah memenangkan beberapa penghargaan dan Pu sendiri telah dinobatkan sebagai salah satu seniman yang paling berbakat di Cina. Passion yang kuat serta jerih payah yang ia mulai sejak tahun 1995 ini nampaknya telah terbayar dengan pencapaiannya tersebut.

Menurut seniman berusia 40 tahun ini, kulit telur memiliki kandungan kalsium yang bisa membuatnya awet. Jadi, jika Anda berminat untuk memajang karya-karya Pu Derong di rumah Anda, tak perlu khawatir telur-telur ini akan cepat rusak. Bagaimana, berminat memiliki kulit telur bernilai seni tinggi ini?

 

(vem/ris/and)
What's On Fimela