Ubah Hobi Jadi Ladang Bisnis? Hati-Hati dengan Jebakan-Jebakan Ini!

Fimela diperbarui 04 Apr 2014, 14:10 WIB

Siapa sih yang tidak merasa tergiur dengan ide untuk mengubah hobi jadi ladang bisnis? Gagasan ini seperti sebuah ide brilian dan sempurna untuk dilakukan. Tetapi, apakah memang demikian? Seperti yang dilansir oleh experts.sheknows.com, ada beberapa jebakan yang harus Anda ketahui ketika Anda memutuskan untuk mengubah hobi Anda jadi sebuah ladang bisnis.

1. Jadi Bos untuk Diri Sendiri
Jadi bos untuk diri sendiri tampaknya adalah sesuatu yang menyenangkan karena kita tak harus diatur-atur oleh orang lain. Tapi, di sinilah jebakannya. Saat menjadi bos untuk diri sendiri, Anda justru harus bekerja lebih keras daripada biasanya. Jika Anda tak melakukan apa-apa dan hanya menggantungkan segala sesuatunya kepada orang lain, usaha Anda tidak akan jalan dengan baik. Membangun usaha dari nol bukanlah hal yang mudah. Kesabaran Anda akan benar-benar diuji. Kesuksesan juga tak akan tercipta dalam waktu satu malam saja.

2. Cara Mengontrol
Ketika menjalankan bisnis atau mengubah hobi Anda jadi ladang bisnis, Anda harus bisa bekerjasama dengan berbagai pihak. Di titik inilah, Anda harus pintar-pintar mengontrol semuanya. Jika Anda lengah sedikit saja, semua yang sudah Anda persiapkan bisa langsung gagal berantakan.

3. Dukungan Moral
Ketika memulai sebuah bisnis yang masih kecil dari hobi Anda, sangat sulit untuk melakukan segala sesuatunya seorang diri. Anda perlu dukungan dari orang-orang terpercaya Anda. Dukungan moral dari orang-orang yang Anda percaya juga sangat penting untuk mengubah hobi Anda menjadi sebuah ladang bisnis. Jadi, jangan sepelekan dukungan moral dari orang-orang terdekat Anda.

4. Rencana Bisnis
Sebuah hobi yang diubah jadi ladang bisnis harus disertai dengan rencana bisnis. Beberapa hal yang perlu dicantumkan dalam rencana bisnis Anda, antara lain: misi Anda dalam berbisnis, tujuan jangka pendek, tujuan jangka panjang, cara pengemasan produk atau jasa yang Anda tawarkan, cara Anda mempromosikan bisnis Anda melalui website dan sebagainya, cara Anda mencari investor, cara Anda meraup keuntungan, cara menjual produk, dan lain sebagainya. Rencana bisnis ini bisa bersifat fleksibel, jadi Anda bisa mengubahnya sesuai kebutuhan.

5. Kemauan untuk Mendengar
Terkadang saat Anda mengubah hobi Anda menjadi ladang bisnis, Anda cenderung mengikuti ego Anda atau melakukan segala sesuatunya sesuai dengan keinginan Anda sendiri. Padahal, ketika Anda mau mendengar saran dari orang lain atau masukan dari orang yang lebih berpengalaman, Anda bisa meminimalisir risiko yang ada di dalam bisnis Anda. Orang-orang yang mendengar dengan seksama sebelum berbicara atau menyampaikan pemikirannya adalah orang yang peluang suksesnya lebih besar.

6. Investasi Ulang
Jika Anda memilih untuk menjadi investor bagi diri Anda sendiri, di lima tahun pertama, Anda harus menginvestasikan semua keuntungan dan juga uang Anda sendiri di dalam bisnis Anda. Dan ini butuh kedisiplinan yang sangat tinggi. Pada jangka waktu tertentu, Anda pun harus melakukan investasi ulang dan meningkatkan jasa atau produk Anda agar bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Satu hal lagi yang terpenting dalam mengubah hobi menjadi ladang bisnis adalah selalu bangkit ketika terjatuh, selalu berjuang lagi ketika gagal. Menjadi bos untuk usaha Anda sendiri atau mengubah hobi Anda menjadi bisnis memiliki tantangan-tantangannya tersendiri.



(vem/nda)