Terkait Semakin Banyaknya Kekerasan Terhadap Anak, KPI Merilis 10 Sinetron Tak Layak Tonton

Fimela diperbarui 16 Mei 2014, 13:50 WIB

Beberapa waktu terakhir marak terdengar berbagai kasus kekerasan terhadap anak. Kasus-kasus tersebut bahkan juga terjadi di wilayah yang seharusnya aman bagi mereka seperti sekolah dan lingkungan tempat tinggal. Banyak yang menduga, acara televisi ikut andil dalam memicu terjadinya tindak kekerasan tersebut. KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) juga telah menerima sekitar 1600-an pengaduan dari masyarakat terkait sinetron dan FTV yang dianggap meresahkan dan membahayakan pertumbuhan fisik dan mental anak-anak dan juga mempengaruhi perilaku kekerasan terhadap mereka.

Seperti dilansir situs resmi KPI, KPI.go.id, sejak tanggal 11 April 2014 silam, KPI telah melakukan evaluasi program sinetron dan FTV yang disiarkan 12 stasiun televisi untuk melakukan pembinaan. KPI menemukan sejumlah pelanggaran terhadap UU Penyiaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Pelanggaran tersebut mencakup:

  • bullying,
  • kekerasan fisik,
  • kekerasan verbal,
  • percobaan pembunuhan,
  • percobaan bunuh diri,
  • penggunaan testpack oleh remaja yang hamil di luar nikah,
  • dialog yang menganjurkan pengguguran kandungan,
  • adegan memakan kelinci hidup,
  • seragam sekolah yang tidak sesuai etika pendidikan,
  • kehidupan bebas remaja,
  • percobaan pemerkosaan, dan
  • konflik rumah tangga dan perselingkuhan.

Selain itu, judul-judul dari FTV kerap kali menggunakan judul yang provokatif dan tidak pantas seperti Pacar Lebih Penting Dari Istri, Ibu Jangan Rebut Suamiku, Istri Dari Neraka aka Aku Benci Istriku, dan lain-lain.

Oleh karena itu, KPI lantas menyatakan 10 sinetron dan FTV berikut ini sebagai tayangan BERMASALAH dan TIDAK LAYAK TONTON:

  1. Sinetron Ayah Mengapa Aku Berbeda – RCTI
  2. Sinetron Pashmina Aisha – RCTI
  3. Sinetron ABG Jadi Manten – SCTV
  4. Sinetron Ganteng-Ganteng Serigala – SCTV
  5. Sinetron Diam-Diam Suka – SCTV
  6. Sinema Indonesia – ANTV
  7. Sinema Akhir Pekan – ANTV
  8. Sinema Pagi – Indosiar
  9. Sinema Utama Keluarga – MNC TV
  10. Bioskop Indonesia Premier– Trans TV

Karena itu, pihak-pihak terkait harus segera memperbaiki tayangan mereka jika tidak ingin terkena sanksi.

Dan untuk Anda serta keluarga, sebaiknya lebih bijak dalam memilih acara televisi untuk anak-anak dan remaja agar tidak mendapat pengaruh buruk yang ada di dalamnya. Selalu dampingi anak Anda saat menonton televisi, dan berikan pengertian pada mereka tentang apa yang boleh dan tidak boleh ditiru dari setiap tayangan yang mereka tonton.

(vem/cha)