Awas, 3 Tanda Ini Menunjukkan Tubuh Anda Kekurangan Cairan

Fimela diperbarui 22 Mei 2014, 10:19 WIB

Kekurangan cairan dapat berakibat fatal bagi tubuh Anda. Cairan merupakan penyusun utama dari tubuh dan juga menjadi media dari berbagai proses metabolisme di dalam tubuh. Karenanya kebutuhan cairan harus segera dipenuhi agar tidak terjadi dehidrasi yang juga dapat mengakibatkan kematian.

Tetapi, tidak terlalu mudah untuk membaca tanda-tanda pada tubuh saat tengah kekurangan cairan. Seorang ahli psikologi olahraga, Greg Justice membagikan ilmunya untuk Anda agar dapat mengenali tanda-tanda kekurangan cairan pada tubuh, seperti dilansir womenshealthmag.com berikut ini.

Sakit kepala

Disadari ataupun tidak, secara teratur tubuh Anda akan kehilangan cairan. Baik melalui urin, keringat, ataupun melalui pernafasan. Hal ini juga berarti tubuh juga kehilangan berbagai mineral penting seperti natrium dan kalium. Otak sangat sensitif dengan perubahan ini, karena itu Anda akan mengalami sakit kepala saat otak merasa kekurangan zat mineral tersebut. Selain itu darah disusun sebagian besar oleh cairan, saat kekurangan cairan, darah juga menjadi lebih sedikit, sehingga aliran oksigen dan makanan ke otak menjadi berkurang dan membuat sakit kepala bertambah parah.

Air seni berwarna kuning pekat

Hmm, terdengar menjijikkan bukan? Namun, itulah yang terjadi saat tubuh kekurangan cairan, sehingga urin menjadi lebih kental dan berwarna pekat agar air dapat dihemat oleh tubuh.

Sembelit

Saat tubuh kekurangan cairan, dalam usus besar, penyerapan cairan dari sisa makanan Anda menjadi lebih banyak dilakukan. Karena itu, feses yang dihasilkan menjadi lebih kering sehingga membuatnya sulit dikeluarkan.

Ladies, sebaiknya minumlah air 8 gelas setiap harinya agar Anda terhindar dari dehidrasi atau kekurangan cairan dan segala dampak buruk darinya.

(vem/cha)