Bayi Kembar Identik Lahir Beda 39 Hari, ''Aku Pikir Akan Mati Saat Melahirkan''

Fimela diperbarui 17 Jun 2014, 11:10 WIB

Memiliki bayi kembar menjadi hal yang luar biasa bagi sebagian wanita. Selalu ada hal seru jika memiliki bayi kembar, namun ada juga perjuangan berat yang harus dilalui wanita untuk melahirkannya, terlebih lagi jika terjadi masalah saat mengandung bayi kembar.

Kisah ini terjadi pada Elene Cowan. Saat mengandung bayi kembar, terjadi sedikit masalah kesehatan yang harus membuatnya berjuang agar kedua bayi kembarnya lahir dengan selamat. Dilansir oleh Dailymail.co.uk, Elene melahirkan di usia kandungan 23 minggu, waktu yang sebenarnya belum cukup untuk melahirkan.

Mengalami Komplikasi Setelah Terbang Dari Arab Saudi ke Amerika Serikat

Suami Elene, David Cowan adalah seorang dokter untuk unit gawat darurat. Ketika kandungan Elene sudah memasuki usia 23 minggu, mereka sedang berada di Arab Saudi. Karena pasangan ini ingin anaknya lahir di Amerika Serikat, Elene dan suaminya kembali ke Kansas menggunakan jasa pesawat terbang. Namun yang terjadi, beberapa jam setelah mendarat, Elene mengalami komplikasi pada kandungannya.

Dokter mengatakan bahwa kantung ketuban mengalami pembengkakan dan Elene harus segera melahirkan prematur. Dengan kondisi yang sebenarnya belum siap, Elene harus berjuang melahirkan bayi kembarnya.

"Ini adalah hal yang paling sulit dalam hidup saya" ujar Elene pada KCTV. "Saat itu, saya berpikir akan meninggal, tapi saya tetap berjuang agar bayi saya tetap hidup," kenang wanita cantik ini.

Perjuangan ini membuahkan hasil manis, satu bayi kembar lahir dengan berat yang sangat kecil. Elene memberinya nama Carl. Dengan bobot dan ukuran tubuh sangat kecil, cincin milik Elene bahkan masih tampak besar saat dipakaikan pada lengan Carl. Namun bayi ini juga pejuang yang tangguh, dia berhasil melewati masa-masa kritis walaupun lahir prematur.

Kembaran Carl Lahir 39 Hari Kemudian

Satu bayi masih bertahan di kandungan Elene. Mungkin Anda heran bagaimana hal ini bisa terjadi pada kelahiran anak kembar, namun begitulah fakta yang terjadi. Dokter meminta Elene untuk istirahat total hingga janin dalam kandungannya siap lahir.

39 hari kemudian, Elene melahirkan bayi kembar yang diberi nama David, sama dengan nama ayahnya. Berat bayi ini 2,9 kilogram, kondisinya jauh lebih baik dibanding kembarannya. Kedua bayi ini dan Elene masih harus tinggal di rumah sakit selama masa pemulihan.

Namun keluarga kecil ini begitu luar biasa, mereka sama-sama berjuang dan bisa kembali ke rumah setelah empat bulan. Kondisi si kembar saat ini sangat baik. Walaupun berbeda waktu lahir, keduanya tetap tampak seperti anak kembar identik pada umumnya.

Walau memiliki tanggal lahir berbeda yang sangat jauh, kita doakan semoga Carl dan David semakin sehat dan menjadi anak kembar yang bisa dibanggakan kedua orang tuanya.

(vem/yel)