Bou Bou, Lekas Sembuh Ya Nak!

Fimela diperbarui 04 Jul 2014, 13:10 WIB

Alecia Phonesavanh mengalami trauma yang sangat berat sejak sebulan yang lalu. Pasalnya tim SWAT (Special Weapons And Tactics) yang menggerebek apartemen saudara iparnya di Atlanta, Ga telah membuat putranya yang berusia 19 bulan berada dalam kondisi kritis. Ibu dari empat anak ini mengungkapkan bahwa tragedi yang terjadi ini benar-benar fatal.

Aksi Penggerebekan Salah Sasaran
Tragedi ini bermula ketika Alecia dan keluarganya termasuk Bounkham “Bou Bou” Phonesavanh menginap di apartemen saudara ipar Alecia. Seperti yang dilansir oleh salon.com, suatu malam tim SWAT datang menggerebek apartemen saudara iparnya ini. Aksi penggerebekan ini dilakukan karena ada dugaan penyembunyian obat-obatan terlarang di dalam apartemen tersebut.

"Ketika tim SWAT menghancurkan pintu, mereka melemparkan granat flashbang ke dalam. Dan granat tersebut tepat jatuh di boks bayi Bou Bou," jelas Alecia.

Granat flashbangsebenarnya diciptakan untuk para tentara perang. Saat granat tersebut meledak, suaranya sangat memekakkan telinga dan cahayanya sangat terang yang bisa membuat siapapun yang berada di dekatnya buta dan tuli sementara.

Bou Bou Masih dalam Masa Penyembuhan
Alecia mengungkapkan bahwa ada sebuah lubang di dada Bou Bou yang memperlihatkan tulang rusuknya. Setidaknya itu yang ia dengar karena ia sendiri tidak berani melihat kondisi anaknya secara langsung. Selama tiga minggu terakhir, Alecia dan suaminya tidur di rumah sakit. Mereka terus mengatakan kepada putranya bahwa mereka mencintainya dan tak akan pernah meninggalkannya.

Setiap pagi, Alecia harus menghadapi kenyataan bahwa Bou Bou sedang berjuang dalam hidupnya. Ia masih belum bisa sepenuhnya yakin apakah putranya ini bisa tetap bertahan atau tidak.

Anak-Anak Takut Polisi Akan Membunuhnya
Salah satu anak Alecia yang berusia 8 tahun sempat terbangun di tengah malam sambil berteriak-teriak, "Jangan, jangan membunuh Bou Bou! Kalian melukai adikku! Jangan membunuhnya!" Alecia merasa semakin sedih. Tadinya ia memberitahu anak-anak mereka bahwa jika mereka mengalami masalah, mereka bisa menghubungi polisi. Tapi sekarang, mereka takut tidur di malam hari karena khawatir polisi akan membunuh mereka atau keluarga mereka.

"Saya terus berdoa setiap menit agar saya bisa mendengar tawa Bou Bou lagi, agar saya bisa melihatnya makan kentang goreng atau mendengarnya menyanyikan lagu favoritnya dari 'Frozeon'. Saya rela memberikan apapun demi bisa melihatnya berlarian berkejaran dengan kakaknya lagi. Saya ingin keadilan untuk bayi saya, dan itu juga artinya agar bisa memastikan bahwa tak ada keluarga lain yang mengalami luka yang mendalam ini."

Tragedi ini pastinya membuat keluarga Bou Bou, khususnya sang ibu sangat sedih dan terpukul. Semoga lekas sembuh, Bou Bou... Dan, semoga kejadian seperti ini tak menimpa keluarga lain.

(vem/nda)
What's On Fimela