Pengakuan Polos Putra Pilot Iriyanto: Ayah Belum Pulang Karena Masih Bekerja

Fimela diperbarui 01 Jan 2015, 16:00 WIB

Indonesia berduka. Di penghujung tahun 2014, pesawat AirAsia QZ8501 penerbangan Surabaya - Singapura mengalami kecelakaan. Setelah dikabarkan hilang, tim evakuasi mulai mencari jasad penumpang dan awak pesawat di Pangkalan Bun. Banyak kisah mengharukan dari keluarga korban, salah satunya adalah keluarga pilot Iriyanto. Sang putra yang masih berusia 8 tahun belum tahu mengenai kecelakaan pesawat yang dikendalikan oleh ayahnya.

"Ayah masih bekerja,"

Dilansir oleh Dailymail.co.uk, Budi Sutiono, saudara pilot Iriyanto mengatakan bahwa putra pilot Iriyanto, Arya Galih Gegara (8 tahun) sering menangis karena kangen dengan sang ayah. Bocah polos tersebut belum tahu tentang kecelakaan pesawat AirAsia yang membawa serta ayahnya. "Dia sering bertanya (kapan ayahnya pulang) dan sering menangis karena kangen ayahnya," ujar Budi.

Seluruh keluarga memutuskan untuk mematikan televisi agar Arya tidak mendapat berita yang bisa membuatnya trauma. "Pelan-pelan akan kami jelaskan apa yang sudah terjadi pada ayahnya. Tapi hal itu butuh waktu," lanjut Budi. Sampai saat ini, Arya percaya ayahnya belum pulang karena masih bekerja.

Di sisi lain, putri pilot Iriyanto, Angela Ranastianis (22 tahun) membuat hati banyak orang ikut berduka. Saat pesawat AirAsia masih dinyatakan hilang, Angela menulis status di sosial media bahwa dia ingin ayahnya segera pulang, sebab dia masih membutuhkan sang ayah.

Anak-Anak Yang Membuat Saya Tetap Kuat

Bisa dikatakan, istri pilot Iriyanto menjadi orang yang paling berduka. Widiya Sukati Putri tidak dapat menyembunyikan kesedihannya di depan wartawan dan para tetangga yang datang berbela sungkawa. Walaupun dia tahu kemungkinan paling buruk bisa terjadi, Widiya berusaha tegar dan tabah.

Ketika menatap anak-anak, saya harus lebih kuat.

Widiya mengenang sang suami sebagai sosok yang baik. Di luar pekerjaannya, pilot Iriyanto selalu memprioritaskan keluarganya di urutan teratas. Jika tidak sedang bertugas, pilot Iriyanto selalu menghabiskan waktu bersama anak dan istrinya. Widiya mengungkapkan kenangan itu dengan air mata yang membasahi pipinya.

Sementara itu ayah pilot Iriyanto mengatakan bahwa dia masih berharap putranya pulang dalam keadaan selamat dan sehat. Namun jika ternyata Allah SWT berkehendak lain, dia pasrah dan menganggap itu sudah menjadi suratan takdir.

Pilot Iriyanto Adalah Tetangga Yang Sangat Baik

Duka cita tidak hanya dirasakan pihak keluarga. Para tetangga pilot Iriyanto ikut berduka atas kecelakaan pesawat yang dikemudikan oleh pilot Iriyanto. Di mata para tetangga, pilot Iriyanto adalah tetangga yang sangat baik dan sering membantu.

"Dia adalah pria yang baik. Karena itu orang-orang mempercayakan posisi Ketua RT padanya selama dua tahun," ujar Bagianto Djoyonegoro, salah satu tetangga pilot Iriyanto. Walaupun pekerjaannya sangat sibuk, pilot Iriyanto  tetap ramah dan peduli akan keadaan para tetangga. Dia juga aktif pada beberapa kegiatan di sekitar tempat tinggalnya.

Tentu saja kita semua masih berharap ada kabar baik pada proses evakuasi yang masih berlangsung sampai sekarang. Namun jika Tuhan memiliki jawaban lain, kami percaya bahwa orang baik akan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga semua keluarga pilot Iriyanto tetap tabah dan tegar menghadapi cobaan ini. Kita doakan bersama.

(vem/yel)