Tak Mau Kena Kanker Seperti Ibu dan Kakak, Lebih Baik Payudaraku Diangkat

Fimela diperbarui 15 Jan 2015, 10:50 WIB

Ladies, salah satu ancaman kesehatan yang paling sering dihadapi seorang wanita ialah kanker payudara. Payudara merupakan aset berharga bagi perempuan. Selain sebagai identitas diri yang menujukkan bahwa seseorang merupakan wanita tulen, selain itu payudara menjadi organ vital yang mendukung hubungan suami istri. Terlebih berfungsi untuk menyusui bayi.

Di dalam payudara mengandung cairan ASI yang memiliki begitu banyak kandungan gizi yang dibutuhkan bayi. Lalu, bagaimana jika payudara itu dihilangkan oleh perempuan yang takut mengidap kanker payudara? Dilansir oleh Dailymail.co.uk, seorang wanita bernama Claira Hermet telah kehilangan kakak dan ibunya dikarenakan kanker payudara.



Dia telah menemukan bahwa dia juga membawa gen BRCA1 yang berarti bahwa dia memiliki kesempatan 85 persen akan mengidap penyakit yang sama. Akhirnya dia membuat keputusan yang berani untuk melakukan mastektomi ganda untuk menghindari kemungkinan besar penyakit yang sama akan dia idap. Claira memiliki ukuran payudara 32DD, akan melakukan prosedur pengangkatan payudara dan rekonstruksi minggu depan.

Sebelum Claira melakukan operasi pengangkatan payudara, dia membuat pesta sebagai ucapan selamat tinggal pada payudaranya. Selain mengenakan kostum yang memamerkan bentuk payudaranya, kemudian memotret dirinya topless serta menjual cupcake berbentuk payudara sebagai dana amal untuk gerakan anti kanker payudara.



Pada 21 Januari mendatang, Claira akan melakukan prosedur pengangkatan payudara.sosok perempuan muda cantik berusia 27 tahun ini merupakan seorang presenter televisi dan radio tampak begitu sehat. Namun, dia kehilangan ibunya, Jane, dan Emily, kakaknya yang terkena kanker payudara ketika masing-masing berusia 42 dan 31 tahun.

Saat itu Claira masih berusia 9 tahun ketika ibunya meninggal. Kesehatan Emily menurun 10 tahun kemudian. Claira memilih untuk tes yang menghasilkan bahwa dia sama seperti kakaknya. Dia membawa gen yang telah membunuh dua wanita yang paling dicintai di dunia. Dengan jalan mastektomi akan mengurangi resiko terkena kanker payudara.



Saat mengetahui Claira membawa gen yang sama seperti ibu dan kakaknya, dia begitu terpukul, dan menahan air mata di rumah sakit. Saat itu, Claira masih berusia 19 tahun. Maksudnya, ketika itu dia menunggu tidak melakukan operasi pengangkatan payudara terlebih dahulu karena ingin memiliki hubungan yang stabil dengan seorang pria yang mencintainya apa adanya. Sehingga, dia tidak takut untuk ditinggalkan setelah operasi.

Kehilangan seorang ibu yang mengidap kanker payudara membuat Claira berduka bertahun-tahun. Namun, saat ini dia sadar tidak ingin mengalami hal yang sama seperti ibu dan kakaknya. Sehingga, dia terus bisa melanjutkan hidup dengan tenang dan bahagia, tanpa khawatir terkena kanker payudara. Dia akan merasakan kerinduan mendalam pada kedua payudaranya.



Keputusan Claira untuk melakukan pengangkatan payudara selama bertahun-tahun. Selama ibunya sakit, dia melihat rambut ibunya terus rontok.  Lalu dia memotong rambut ibunya. Claira sempat berdebat dengan ayahnya bahwa sang ibu akan meninggal dalam waktu dekat. Claira tidak terima minimal sampai usianya beranjak 18 tahun. Sayang, tak lama kemudian dia melihat mobil ambulans yang mengangkut jenazah ibu dari rumah sakit. Dia dan Emily lari ke dapur dan menangis. Mereka berdua begitu shock.

“Ibu telah menulis surat untuk saya sebelum dia meninggal. Dia meminta maaf karena tidak bisa melihat saya tumbuh dan mengatakan kepada saya untuk melihat dunia dan menemukan pasangan yang penuh kasih, tapi tidak terburu-buru. Itu menunjukkan bahwa dia mencintaiku dan  aku merindukannya lebih dari apa pun. Aku merasa sangat kesepian.” cerita Claira.



Setelah Jane meninggal, ayahnya Howard menikah lagi dengan istri keduanya, Michelle, yang mendukung penuh langkah Claira menuju kesuksesan. Sayangnya, Emily mengidap kanker payudara juga. Mereka menjadi seperti sahabat baik. Mereka melakukan kegiatan bersama sesering mungkin, karena Claira telah yakin tidak lama lagi akan kehilangan orang yang dicintai lagi. Sayangnya, tak lama kemudian Emily menyusul ibunya.

Kejadian itu sangat memukul perasaannya. Tapi, Claira harus bangkit dari keterpurukan. Saat ini Claira tidak memiliki pasangan karena putus pada bulan Juli tahun kemarin.

Harapan Claira, mudah-mudahan dia akan terus memiliki putingnya walaupun tanpa payudara, jika tidak dia akan membuat tato permanen di sana. Setidaknya, bagi Claira itu cukup menghibur dirinya dan terus menikmati hidup penuh suka cita. Bagaimana menurut Anda, ladies?








(vem/nip)
What's On Fimela