Foto Istri Tersenyum di Samping Jenazah Suami dan Kisah Menggetarkan Hati di Baliknya

Fimela diperbarui 17 Sep 2015, 12:45 WIB

Dalam sebuah foto yang diunggah di media sosial wanita bernama Eva Holland, terlihat seorang wanita dan dua anak sedang tersenyum di samping peti mati seorang pria. Awalnya, saya kira bahwa keluarga tersebut mungkin salah sambil foto. Saya juga mengira bahwa perempuan dan dua anak tersebut adalah orang-orang kejam. Namun, setelah mengetahui cerita si wanita yang tak lain adalah Eva si istri dari mayat pria di sampingnya, saya baru tahu bahwa mereka adalah orang baik. Bahkan bisa dikatakan sangat baik.

Dikutip dari laman metro.co.uk, Eva dan kedua buah hatinya berfoto dengan ekspresi tersenyum di samping mayat suaminya karena keluarga itu bahagia. Eva mengaku bahwa dirinya sangat sayang dan mencintai suaminya. Baginya, suaminya adalah sahabat, teman, saudara, ayah dan pria yang benar-benar istimewa di hidupnya. Suaminya yakni Mike Settles (26), meninggal dunia pada 2 September 2015. Pria meninggal setelah kecanduan narkoba dan obat-obat terlarang lain.

Sebelumnya, pada Natal tahun kemarin, Mike baru saja keluar dari pusat rehabilitasi karena ia dinyatakan telah sembuh dari kecanduan. Sejak keluar dari pusat rehabilitasi, Mike memiliki kehidupan yang sehat. Ia sayang kepada istri, orang tua dan pastinya anak-anak. Tapi, beberapa bulan terakhir, ia kembali kecanduan obat terlarang hingga akhirnya ia pun harus menghembuskan nafas terakhir. Sebelum jasad sang suami dimakamkan, Eva dan kedua buah hatinya (Lucas dan Ava) memberanikan berfoto dengan tersenyum di samping mayat Mike. Foto ini diambil karena ia ingin menyampaikan pada semua orang tentang bahaya obat terlarang.

Di akun media sosialnya Eva menuliskan

"Saya yakin foto ini membuat banyak orang tidak nyaman. Namun, foto ini kami ambil untuk menunjukkan realitas kecanduan. Bagi kami, suami saya adalah segala-galanya. Kami sangat mencintainya dan begitupun dengan ia. Ia adalah pria yang baik, ia bahkan telah mencoba untuk menghentikan kebiasaannya dengan obat-obat terlarang. Ia telah berusaha keras untuk memiliki hidup sehat dan normal seperti orang lain pada umumnya. Saya sangat menghargai usahanya selama ini."

"Ia melakukan semuanya dengan begitu baik. Ia juga telah berhasil keluar dari kecanduan. Namun, beberapa bulan yang lalu ia mengonsumsi satu butir obat sakit gigi. Percaya atau tidak, obat inilah yang kembali membawanya ke jalur kecanduan. Ia mengatakan bahwa ia bisa mengatasinya. Sayang, akhirnya ia meninggal karena hal ini."

"Bagi saya, ia tak pernah salah. Ia adalah seseorang yang saya cintai sejak saya masih remaja. Saya telah bersamanya sejak 11 tahun yang lalu. Waktu menikah dengannya saya masih berusia 15 tahun. Tapi kami bahagia, apapun dan bagaimanapun ia. Ia adalah orang baik yang akan selalu ada di hati saya dan anak-anak. Di sini, saya hanya ingin berbagi cerita. Mengatakan pada semua orang bahwa obat terlarang begitu berbahaya. Saya harap cerita ini bisa membantu orang lain."

Ladies, kisah yang menggetarkan hari dan cukup mengharukan. Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk kita semua. Seindah dan senikmat apapun obat terlarang atau narkoba, ia tetap akan menjadi obat yang berbahaya dan bisa mengancam nyawa kita kapanpun serta di manapun. So, katakan tidak pada narkoba dan pastikan untuk selalu memiliki pola hidup yang sehat.

(vem/mim)
What's On Fimela