Tina Andrean, Pelajari Batik Agar Bisa Dijadikan Busana Yang Indah

Fimela diperbarui 18 Nov 2015, 16:40 WIB

Batik kerap dikenakan saat acara formal maupun non formal. Kebanyakan wanita sering merasa kesulitan mendapatkan busana batik yang pas untuk sehari-hari. Hal ini pun dirasakan langsung oleh desainer busana pengantin, Tina Andrean. Istri dari Johnny Andrean ini mengaku bahwa dirinya baru kali pertama meluncurkan beberapa koleksi terbarunya yaitu batik, pada Kamis 12 November 2015.

Menurutnya, batik tulis sangatlah indah, sehingga untuk membuat batik tulis menjadi suatu pakaian tidaklah mudah, ia harus bekerja keras untuk mengerjakan satu kain menjadi satu busana, dengan mengikuti pola yang ada.

"Dalam enam bulan terakhir ini, pokok pelajaran saya ialah batik. Saya pergi ke Solo, mencari motif ini motif itu, dan melihat langsung cara mereka buat batik. Saya mulai merenungkan untuk bikin batik, dan ternyata susah banget, harus penuh dengan passion baru jadi satu lembar batik," kata Tina Andrean di Gandaria City Jakarta Selatan beberapa hari yang lalu.



Dari pengambilan cutting-nya pun cukup sulit dan berbeda dengan merancang baju pengantin yang mana adalah keahlian Tina. Karena alasan inilah Tina Andrean merasa tertantang untuk membuatnya. "Berdasarkan pengalaman saya, sulit mencari batik yang pas untuk sehari-hari atau untuk acara formal. Maka dari itu, ide awal untuk membuat label baru ini didasari oleh pengalaman saya," jelasnya.

Heritage Culture terdiri dari empat kategori, yaitu cocktail dress gaun-gaun ditampilkan dalam garis off shoulder, two pieces dress, halter heul. Bahan materialnya pun dari batik Pekalongan dan batik Solo. Kemudian semi formal dress terdiri dari gaun dalam dan jaket yang dapat dilepas. Bahannya katun dan sutra.

Lalu ada koleksi formal dress terdiri dari gaun two pieces yang terdiri dari one pieces dress bagian dalam dan jaket berlengan panjang cocok untuk wanita karir. Dan terakhir evening dress, gaun long dress ini dipadukan oleh lace, tulle dan kombinasi batik motif yang dibuat secara anggun dan elegan.



Itulah koleksi terbaru dari Tina Andrean yang didesain secara modern namun tidak meninggalkan unsur tradisional serta sentuhan feminim yang digambarkan pada Heritage Culture.

"Saya berharap pecinta batik atau pun para pecinta fashion mode bersama-sama bangga dalam memakai batik serta turut mewujudkan dan melestarikan budaya bangsa Indonesia," tutup Tina dengan berharap.

(vem/yun/feb)
What's On Fimela