Makan Keju, Jangan Ragu! 5 Keju Ini Boleh Dikonsumsi Saat Diet

Fimela diperbarui 08 Mar 2016, 22:32 WIB

Salad buah dengan taburan keju di atasnya, siapa sih yang bisa menahan diri untuk tidak memakannya? Namun, seringkali keju menjadi 'agen tertuduh' dalam kenaikan berat badan seseorang. Maka nggak heran jika keju jarang sekali dimasukkan dalam menu diet sehat.

Sebenarnya, benar nggak sih konsumsi keju dilarang saat diet? Well, ternyata hal itu tak sepenuhnya benar lho, Ladies. Keju baik dikonsumsi saat diet karena mengandung protein yang baik untuk tubuh. Tapi jangan salah, tak semua keju dapat mendukung program dietmu. Pilih 5 keju baik ini, seperti yang kami lansir dari thehealthsite.com.

    Keju Cottage

    Keju berbentuk gumpalan-gumpalan kecil ini kaya protein tapi rendah lemak dan kalori. Setengah cangkir keju cottage rendah lemak mengandung 14 gram protein dan hanya 81 kalori.

    Keju Mozzarella

    Keju mozzarella mengandung protein tinggi alami tetapi rendah lemak. Satu buah mozzarella rendah lemak mengandung 80 kalori, jumlahnya lebih kecil daripada 1 sendok makan butter lho.

    Keju Feta

    Keju yang berasal dari susu kambing ini jumlah lemaknya justru lebih sedikit daripada keju cheddar, yaitu 75 kalori per setengah cakir. Cocok dimakan dengan roti gandum, tomat dan ketimun untuk snack pengganjal perut.

    Keju Parmesan

    Keju yang memiliki rasa kuat ini bisa ditambahkan ke atas salad, pasta atau sayuran panggang. Taburkan saja kurang lebih 1 sendok makan untuk memberikan cita rasa asin gurih yang nikmat tapi tetap sehat.

    Keju Fontina

    Keju balok ini sangat kaya protein dan rasa gurihnya sangat kuat. Jangan khawatir, keju ini mengandung hanya sedikit lemak kok.

Nah, dengan mengetahui jenis-jenis keju yang aman buat dietmu, kamu nggak perlu lagi menahan diri untuk tidak merasakan nikmatnya keju bukan?


(vem/wnd)