Anak Yang Kurang Tidur Berisiko Jadi Perokok & Konsumsi Narkoba

Fimela diperbarui 23 Sep 2016, 15:41 WIB

Tidur merupakan kebutuhan pokok setiap orang. Mulai bayi, anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua disarankan untuk tidur cukup setiap harinya. Menurut medis dan beberapa ahli, seseorang membutuhkan tidur atau waktu istirahat setidaknya 7 sampai 8 jam setiap hari. Kurang atau lebih dari waktu ini, dikatakan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Tidur yang kurang atau berlebih juga sangat memungkinkan seseorang mengalami berbagai risiko kesehatan mental dan perasaan yang kurang nyaman serta tenang.

Dikutip dari laman asiantown.net, anak-anak atau remaja yang kurang tidur bahkan sangat berisiko menjadi pecandu rokok juga konsumsi narkoba ketika ia tak memiliki tidur cukup setiap harinya. Selama 10 tahun terakhir, para peneliti telah memantau sedikitnya 186 anak di Pennsylvania Barat dan menemukan bahwa anak-anak yang kurang tidur cenderung menjadi pecandu rokok dan menggunakan narkoba untuk mengisi waktu luang selama terjaga.

Tak hanya itu saja, anak-anak hingga remaja yang mengalami masalah kurang tidur atau insomnia juga diketahui cenderung lebih rentan konsumsi alkohol. Peneliti yang tergabung di Department of Psychiatry di University of Pittsburgh School of Medicine mengungkapkan jika anak-anak yang kurang tidur akan memasuki usia remaja yang lebih cepat dari seharusnya. Kemungkinan anak-anak ini konsumsi rokok, narkoba dan minuman keras bahkan 20 persen lebih tinggi dari anak-anak yang memiliki tidur cukup dan berkualitas setiap harinya.

Para ahli mengungkapkan jika masalah kurang tidur pada anak bisa disebabkan oleh berbagai hal. Hal tersebut bisa berupa pergaulan yang kurang baik, kecemasan yang berlebihan, stres berat hingga depresi atau karena kondisi lingkungan yang memungkinkan anak tidak bisa tidur lebih awal. Dr Brant Hasler, seorang asisten profesor psikiatri dan psikologi mengungkapkan jika anak laki-laki yang lebih mudah mengalami gangguan tidur hingga penggunaan narkoba dan merokok.

Sementara itu, akibat dari kurang tidur dan penyalahgunaan rokok, narkoba serta minuman beralkohol ini, saat dewasa kelak remaja-remaja tersebut akan sangat mudah mengalami gangguan tidur atau insomnia. Mereka juga dikatakan sangat rentan terhadap risiko kanker, stroke, jantung hingga penyakit berbahaya lainnya.

Atas temuan ini, para ahli menyarankan agar setiap orang tua memantau buah hati dengan baik dan memastikan buah hati memiliki kualitas tidur baik serta waktu tidur cukup. Semoga, informasi ini bermanfaat dan kita semua tentu berharap bahwa buah hati di sekitar kita tak akan ada yang pernah kecanduan rokok, minuman keras apalagi narkoba.

(vem/mim)
What's On Fimela