Tidak Ada Pembenaran dari Selingkuh, Pikirkan Akibatnya

Fimela diperbarui 19 Jan 2018, 12:15 WIB

"9 dari 10 dokter akan memiliki affair atau berselingkuh dengan orang lain, setidaknya sekali di dalam perjalanan kariernya."

Demikian anekdot seorang teman yang tentu saja hanya berniat bercanda, karena bagaimana mungkin dia akan membuka rahasia 'dapur'nya sendiri yang notabene juga seorang dokter spesialis kandungan di sebuah rumah sakit ternama di Kota Jogja. Dan seandainya dia mengucapkannya dengan serius pun, tentunya banyak penyangkalan dari banyak pihak berkaitan dengan keberadaan data statistik atau bukti pendukung yang secara tepat bisa menunjukkan kebenarannya. Apalagi karena ini menyangkut sebuah profesi yang merupakan salah satu pekerjaan idaman dan masih menjadi salah satu profesi terpandang di dalam masyarakat bahkan hingga saat ini. Namun 'tak ada asap, jika tak ada api' dan dalam anekdot atau gurauan biasanya ada semburat kebenaran juga walaupun hanya sedikit saja.

Affair yang dalam hal ini di artikan dengan perselingkuhan, hampir terjadi di segala bidang pekerjaan, karena di mana ada interaksi antara dua manusia berbeda jenis kelamin, maka munculnya 'hubungan khusus' ini dimungkinkan. Kebiasaan dalam kebersamaan di keseharian, lalu meningkat menjadi hubungan erat persahabatan, acapkali berakhir pada sebuah hubungan affair yang sebenarnya melanggar norma agama dan etika pergaulan, karena biasanya salah satu atau keduanya telah memiliki pasangan resmi dalam sebuah ikatan perkawinan. Dan biasanya jika hubungan ini diteruskan dan akhirnya terbongkar oleh suatu sebab atau alasan, maka muncullah masalah yang terkadang bisa menghancurkan reputasi dan menjatuhkan martabat pihak-pihak yang bersangkutan. Belum lagi jika salah satu atau kedua belah pihak harus mengalami prahara dalam rumah tangganya yang akhirnya berujung dengan perceraian.

Affair begins with A, Attracted to get acquaintanced yang berarti ketertarikan seseorang untuk berkenalan dan mengetahui profil seseorang lain yang ditemuinya, dalam hal ini di lingkungan pekerjaan. Bisa dikarenakan penampilan ragawinya atau justru karena faktor - faktor non fisik lainnya, misalnya kepandaian, kedewasaan bahkan tingkah laku atau kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang. Friendly gestures lalu disampaikan dalam setiap kesempatan bertemu, berinteraksi dan berkomunikasi di antara keduanya, sehingga keterdekatan semakin terbangun dalam keramahtamahan yang membuat kenyamanan semakin dirasakan. Flirting atau rayuan biasanya muncul kemudian dalam berbagai bentuknya dan menjadi satu hal yang jika diterima dengan suka cita lalu dibalas dalam bentuk tanggapan yang serupa atau malah lebih, maka akan membuat hubungan pertemanan atau persahabatan meningkat menjadi 'hubungan khusus' yang melibatkan rasa di antara keduanya. Sebuah hubungan khusus karena hanya mereka berdua yang bisa merasakan 'indahnya' perselingkuhan yang dilakukan dalam diam-diam dan berahasia. Seolah floating in the air, atau melayang di udara. .

Tunggu dulu dan ingatlah risiko dan konsekuensi menjalani sebuah affair. Karena saat melayang di udarapun, janganlah sampai lupa daratan. Karena seperti disebutkan sebelumnya, bahwa jika affair atau perselingkuhan ini diketahui oleh orang lain, apalagi pasangan resmi salah satu pelaku sendiri atau justru pasangan dari kedua belah pihak dan kemudian terbongkar, maka resiko dan konsekuensinya adalah sebuah petaka permasalahan yang bisa menuntun keduanya kepada sebuah kejatuhan. Siapkah? Sepadankah resikonya dengan 'hasil' yang didapatkan? Karena sudah menjadi hukum alam, jika tak berhati-hati saat terbang melayang di udara, maka gravitasi bumilah akan menghukumnya. Dan saat gravitasi bumi bekerja, tak seseorang ataupun sesuatu bisa melawannya. Just to always remember the gravity, when you're floating in the air of having an affair, demikian mungkin kalimat yang bisa dipesankan kepada mereka yang ingin mencoba-coba sebuah affair atau perselingkuhan dengan siapapun, terutama dengan rekan sepekerjaannya.

(vem/apl)
What's On Fimela