Kepala Pusing Setelah Menangis, Apa Sih Sebabnya?

Fimela diperbarui 16 Agu 2018, 15:45 WIB

Salah satu cara melampiaskan emosi agar lebih lega adalah menangis. Setelah menangis, kita akan lega karena telah meluapkan kesedihan atau kekesalan. Sayangnya beberapa orang mengeluhkan pusing atau sakit kepala setelah menangis. Well, apa sih sebabnya Ladies?

Menurut Lawrence Newman dari NYU Langone Health, Amerika Serikat, ketika sedih, tubuh akan melepaskan hormon stres, yakni kortisol. Hormon ini akan memicu reaksi fisik seperti ketegangan di kepala. Salah satu neurotransmitter, yakni asetikolin, berperan penting atas kerja air mata akan membantu merangsang lakrimal (kelenjar air mata) yang terletak di bawah sudut tulang alis yang kemudian menghasilkan air mata.

Menurut beberapa ahli, saat kamu menangis, dahi dan leher jadi lebih kencang. Menangis cukup lama akan menyebabkan penyempitan otot-otot di sekitar leher dan kepala yang akhirnya memicu sakit kepala.

Nah, untuk mengatasi sakit kepala setelah setelah menangis, kamu disarankan untuk mengompres dengan es atau air hangat. Pilih suhu mana yang membuatmu merasa nyaman. Letakkan kompres di belakang kepala, leher, dan dahi. Jika kamu tak mau mengompres, mandi dan keramaslah untuk meringankan sakit kepala yang kamu alami. Salah satu cara mudah lainnya adalah memijat area dahi dan leher. Pijat juga area antara jari telunjuk dan ibu jari. Cara terakhir adalah konsumsi obat sakit kepala seperti aspirin.

Semoga informasi ini bermanfaat ya Ladies.

Sumber: Liputan6.com

(vem/ivy)