Bayi Terlilit Tali Pusar Saat di Kandungan, Apakah Berbahaya?

Fimela diperbarui 06 Okt 2018, 10:07 WIB

Saat mendapati buah hati terlilit tali pusar ketika ia lahir, banyak mitos zaman dulu yang menyebutkan bahwa bayi tersebut saat dewasa nanti akan senantiasa terlihat cantik, tampan atau menawan dengan berbagai model pakaian dan warna pakaian yang ia kenakan. Bayi yang terlilit tali pusar juga dipercaya jika bayi tersebut membawa hoki tersendiri.

Namun tahukah mom, melansir dari laman klikdokter.com, bayi yang terlilit tali pusar di lehernya perlu mendapat penanganan khusus dan harus sangat hati-hati. Salah dalam penanganannya, tali pusar yang melilit leher bayi bisa mengancam keselamatan atau nyawanya.

Selama dalam kandungan, tali pusar membentang dari lubang di perut janin hingga ke plasenta. Tali pusar ini adalah penghubung antara janin dengan sang ibu untuk menyalurkan nutrisi juga oksigen dari tubuh ibu ke aliran darah bayi. Panjang tali pusar sendiri rata-rata 50 cm dan tidak jarang akan melilit leher janin.

Mengenai melilitnya tali pusar ini, pada kebanyakan kasus ini tidak berbahaya baik bagi ibu maupun janin. Daya lilitan tali pusar umumnya longgar sehingga tidak berbahaya dan tim medis yang membantu proses persalinan bisa dengan mudah melepas tali pusar tersebut.

Sementara itu, tali pusar yang berbahaya adalah tali pusar yang melilit dengan daya lilit kencang. Jika lilitan kencang ini tidak segera dilepas, ini bisa membuat bayi sesak nafas bahkan kehilangan nyawa. Tapi jangan khawatir, kasus berbahaya seperti ini sangat jarang terjadi.

Menurut dr. Marianti, kita tak perlu terlalu khawatir ketika mendapati leher buah hati terlilit tali pusar. Masalah serius terkait tali pusar pada bayi sangat jarang terjadi.



(vem/mim)
What's On Fimela