Papa, Mama, Jangan Bertengkar!

FimelaDiterbitkan 03 Juli 2013, 20:06 WIB

Depresi yang dialami oleh seorang anak itu tidak muncul secara tiba-tiba, karena melibatkan banyak faktor di dalamnya. Faktor yang umumnya mempengaruhi adalah faktor warisan atau genetik dan pengalaman hidup yang pernah dialami sang anak.

Anak-anak dan remaja yang mengalami depresi ternyata sering kali punya pengalaman buruk loh Ladies. Ada beberapa penelitian bahwa pengalaman yang buruk seperti kehilangan orang tua saat masih kecil, atau sikap orang tua yang kasar dan semena-mena akan meningkatkan resiko depresi sang anak di kemudian hari.

Kehidupan yang semakin keras akan memicu depresi anak yang luar biasa. Penyebab yang paling sering ditemukan dalam diri anak atau remaja ialah masalah kekecewaan dalam persahabatan nih Ladies. Jadi, kalau keluarga Anda punya riwayat depresi siap-siap kontrol perasaannya agar tidak mudah depresi ya.

Yang perlu Anda garis bawahi, konflik dalam keluarga menjadi faktor mendasar bagi anak dan remaja untuk menjadi depresi. Karena ketika konflik terjadi, maka proses pemulihan tidak akan berlangsung. Khususnya untuk Anda yang memiliki anak perempuan, hindari konflik karena masa pubertas membuat perubahan hormonal pada anak perempuan yang dapat dengan mudah mempengaruhi psikologis dan sosial sang anak.

Berapa lama sih hal tersebut biasanya berlangsung? Jangan khawatir Ladies, menurut netdoctor.co.uk sebagian besar kasus depresi anak dan remaja akan berlangsung kurang dari Sembilan bulan. Setelah satu tahun, 70-80 persen penderita akan pulih. namun hati-hati ya, karena mereka harus tetap terkontrol. Karena bisa jadi penyakit ketika depresinya kambuh kembali.

Oleh Gilang Pratiwi

(vem/sfg)
What's On Fimela