Peran Suami Mengatasi Baby Blues Syndrome

FimelaDiterbitkan 12 Juli 2013, 05:12 WIB

Ladies, 50-80%  wanita setelah hamil mengalami baby blues syndrome. Syndrome ini tidak berbahaya namun perlu dimengerti oleh orang-orang sekitar.

Baby blues syndrome adalah sindrom yang muncul pada ibu pasca melahirkan yang ditandai dengan kesedihan. cemas, depresi, takut. Biasanya sindrom ini muncul saat si ibu sudah tiba di rumah karena saat di rumah sakit si ibu merasa masih banyak orang yang membantu untuk mengurus bayinya.

Menurut ncbi.nlm.nih.gov, baby blues syndrome muncul karena kekhawatiran si ibu akan ketidakmampuannya menjalani peran baru sebagai ibu. Ditambah lagi, si bayi belum bisa mengungkapkan apa yang diinginkan sehingga memaksa si ibu untuk mengerti sendiri kebutuhan si bayi.

Oleh karena itu, ibu yang mengalami baby blues syndrome ini seharusnya dibantu dan didukung, utamanya oleh suami. Tujuannya adalah agar merasa tidak sendirian dalam mengurus bayi. Sebelum melahirkan, berilah pengertian kepada suami anda tentang baby blues syndrome.

Kebanyakan suami hanya mengatakan bahwa si istri hanya manja saja karena menjadi lebih sensitif dan agresif. Suami seharusnya mendukung dan membantu tugas sang istri. Selain itu, bergantian menjaga si bayi juga penting dimusyawarahkan agar sang istri bisa sejenak beristirahat.

Usahakan sang istri tidak melakukan hal-hal berat sendirian. Sesekali bantulah tugasnya membersihkan rumah agar si istri senang. Selain itu, ajaklah sang istri untuk berjalan-jalan agar melepaskan penat yang selama ini ia rasakan.

Oleh: Asa Susila Pilar

(vem/sfg)
What's On Fimela