Penelititian yang dilaporkan oleh www.womenshealt.gov menunjukkan bahwa ASI yang dihasilkan oleh ibu yang tengah menyusui hanya berpeluang sangat kecil untuk dipengaruhi oleh makanan dikonsumsi oleh si ibu. Ibu yang sedanga dalam masa menyusui dapat makan apapun yang pernah mereka makan sepanjang umur mereka dan mereka pun tidak perlu menghindari makanan tertentu. Bayi menyukai rasa makanan ibu mereka makan melalui ASI yang mereka minum.
Kadang-kadang bayi mungkin merasa sensitif dengan makanan yang Anda makan, hasil olah susu misalnya. Gejala-gejala yang muncul pada bayi Anda jika mereka alergi atau sensitif pada makanan yang Anda makan antara lain adalah munculnya ruam-ruam pada kulit bayi atau kulit bayi Anda mulai mongering. Tanda lain yang mungkin muncull pada Anda adalah diare dan atau muntah-muntah.
Gejala lain yang mungkin ditunjukkan oleh bayi Anda adalah kerewelan yang terjadi selama atau setelah Anda memberikan ASI pada mereka. Kerewelan tersebut dapat pula dilanjutkan oleh tangisan yang berlangsung lama tanpa bisa dihentikan. Selain itu, bayi Anda mungkin juga terbangun tiba-tiba karena merasa tidak nyaman yang mungkin disebabkan oleh nafas yang tersengal-sengal dan batuk-batuk.
Bayi yang sangat sensitif terhadap makanan yang ibu mereka makan biasanya bereaksi dalam hitungan menit atau dalam kurun waktu 24 jam berikutnya. Gejala-gejala tersebut bukan berarti bayi Anda alergi terhadap ASI, akan tetapi lebih pada makanan yang Anda konsumsi.
Penulis: Ratih Kristianasari
(vem/sfg)