Membicarakan diare sepertinya sedikit jorok, bahkan untuk masalah kesehatan. Namun jika kita membicarakan diare pada bayi sepertinya menjadi sedikit lumrah sebab setiap orang tua tentu memperhatikan masalah BAB si kecil.
Feses yang dikeluarkan si bayi berbeda-beda dari segi warna dan kepadatannya bergantung pada apa yang dikonsumsinya. Menurut keterangan di webmd.com, feses pada bayi biasanya lebih lunak daripada feses orang dewasa. Namun jika feses si kecil terlalu lunak, berair dan terus terjadi selama beberapa kali,maka si kecil sedang mengalami diare.
Penyebab diare ini bisa terjadi karena beberapa hal seperti:
- infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, maupun parasit. Infeksi bisa terjadi karena makanan atau minuman si kecil terkontaminasi atau si kecil memasukkan tangan yang kotor ke dalam mulutnya.
- alergi makanan/obat tertentu
- terlalu banyak mengonsumsi jus buah
- keracunan
Diare memang tampaknya merupakan masalah yang sepele, namun jika diare ini terjadi berkelanjutan akan menyebabkan dehidrasi pada si kecil. Diare pada si kecil ini bisa terjadi sangat cepat, bahkan bisa setelah satu sampai dua hari setelah diare terjadi.
Untuk mengetahui apakah bayi Anda terkena dehidrasi, perhatikan gejala berikut:
- sedikit buang air kecil
- mulut kering
- tidak ada air mata saat menangis
- kulit kering
Jika keadaan si kecil sudah seperti ini, maka segera periksakan si kecil ke dokter.
Oleh: Asizah
(vem/rsk)