Patarik-Tarik Bakakak di Pernikahan Adat Sunda

Fimela diperbarui 23 Mei 2014, 07:49 WIB

Seperti dalam prosesi pernikahan adat tradisional di Indonesia, adat Sunda memiliki tahap-tahap penting yang wajib dilaksanakan secara berurutan. Dalam prosesi tersebut, terdapat tahap yang disebut patarik-tarik bakakak. Bagaimana ya kira-kira jalannya prosesi ini dan kepercayaan dibalik prosesi ini?

Prosesi patarik-tarik bakakak ini dilakukan setelah akad nikah berlangsung, tepatnya setelah prosesi huap lingkung. Seperti yang dilangsir dari www.webway.com.au, prosesi ini membutuhkan seekor ayam yang sudah dipanggang, khususnya bagian paha.

Kedua mempelai akan memegang ayam panggang tersebut di masing-masing sisi. Kemudian setelah aba-aba dari mempelai wanita, kedua mempelai akan menarik ayam panggang tersebut kearah yang saling berlawanan. Sesuai dengan nama dari prosesi ini, tarik.

Dalam adat sunda, dipercayai bahwa mempelai yang mendapatkan bagian yang lebih besar dari pada yang lain, akan membawa kesejahteraan di dalam keluarga kecil mereka. Selain itu, upacara ini juga mengingatkan kedua mempelai untuk saling membantu satu sama lain dan bekerja sama dalam membangun kesejahteraan keluarga.

Jadi ladies, prosesi patarik-tarik bakakak ini menjadi penyemangat untuk kedua mempelai dalam membangun keluarga yang sejahtera. Bukan berarti pihak yang mendapatkan ayam panggang dengan porsi yang lebih besar adalah pihak yang harus bekerja keras.

Dan dengan prosesi patarik-tarik bakakak ini kedua mempelai akan dituntut untuk saling bekerja sama dalam membangun keluarga yang sejahtera. serta, tentu saja, tidak berat sebelah!


Oleh Agatha Adventina K.

(vem/ver)