Harry Potter and The Cursed Child, Berdasarkan Cerita Asli Karya J.K. Rowling

Endah Wijayanti diperbarui 24 Feb 2019, 09:54 WIB

Fimela.com, Jakarta Judul: Harry Potter and The Cursed Child (Harry Potter dan si Anak Terkutuk, Skenario Bagian Satu dan Dua)

Karya: J.K. Rowling, John Tiffany, dan Jack Thorne

Alih bahasa: Rosi L. Simamora

Editor: Nadira Yasmine

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Menjadi Harry Potter memang sulit dan sekarang pun tidak lebih mudah ketika ia menjadi pegawai Kementerian Sihir yang kelelahan, suami, dan ayah tiga anak usia sekolah.

Sementara Harry berjuang menghadapi masa lalu yang mengikutinya, putra bungsunya, Albus, harus berjuang menghadapi beban warisan keluarga yang tak pernah ia inginkan. Ketika masa lalu dan masa sekarang melebur, ayah dan anak pun mengetahui fakta yang tidak menyenangkan: terkadang kegelapan datang dari tempat-tempat yang tak terduga.

Berdasarkan cerita asli baru karya J.K. Rowling, John Tiffany, dan Jack Thorne, naskah untuk Harry Potter dan si Anak Terkutuk aslinya dirilis sebagai “edisi latihan khusus” bersama pementasan perdana di West End London pada musim panas 2016.

Drama ini mendapat ulasan positif dari para penonton dan kritikus teater, sementara naskahnya segera menjadi bestseller global. Naskah definitif dan final ini berisi dialog drama, juga materi tambahan.

***

 

What's On Fimela
Harry Potter and the Cursed Child./Copyright Endah

Bagaimana kehidupan Harry Potter setelah berkeluarga? Kira-kira bagaimana kehidupannya dengan peran barunya sebagai seorang ayah dan pegawai Kementerian Sihir? Pertanyaan tersebut pastinya cukup menggelitik bagi para penggemar berat serial Harry Potter. Harry Potter dan si Anak Terkutuk, Skenario Bagian Satu dan Dua ini bisa menjawab rasa penasaran tersebut. Meski bukan dalam bentuk novel, setidaknya buku ini bisa mengobati rasa rindu akan kisah Harry Potter.

Dari judulnya sudah menimbulkan pertanyaan besar. Siapakah si anak terkutuk? Anak siapa yang membawa kutukan? Putra bungsu Harry, Albus pergi ke Hogwarts untuk pertama kalinya. Sesuai tradisi, topi seleksi yang menentukan Albus akan masuk ke asrama mana. Tadinya dia berharap bisa masuk ke Gryffindor seperti ayah dan kakaknya. Tapi siapa sangka, dia malah masuk ke Slytherin.

Hidup sebagai anak dari seorang Harry Potter, Albus memiliki tekanan batinnya sendiri. Hidup dalam bayang-bayang kehebatan dan kisah ayahnya yang begitu melegenda membuat Albus merasa kesulitan untuk menemukan jati dirinya sendiri. Bahkan dalam berteman pun, ia malah dekat dengan putra Draco Malfoy yang bernama Scorpius. Albus dan Scorpius berada di asrama yang sama dan malah ikatan persahabatan mereka sendiri. Ada juga Rose Weasley, putri dari Hermione dan Ron yang sifatnya sangat mirip dengan ibunya.

Albus merasa dikucilkan karena berbeda dengan kakak-kakaknya. Sementara Scorpius yang dirumorkan sebagai keturunan Lord Voldermort juga merasa dikucilkan karena tak ada yang mau berteman dengannya. Perasaan "senasib" itu membuat Albus dan Scorpius jadi dekat. Bahkan Scorpius memiliki sifat yang jauh dari luar dugaan. Kalau kedua ayah mereka dulu bermusuhan, Albus dan Scorpius malah terlibat dalam banyak hal bersama.

Hubungan ayah dan anak antara Harry dan Albus tidaklah mudah. Mereka sering berdebat. Bahkan Albus merasakan ketidakadilan. Sampai kemudian kemunculan Amos Diggory, ayah Cedric Driggory, yang tewas di novel keempat Harry Potter and the Goblet of Fire menjadi pemicu Albus melakukan sebuah tindakan yang penuh risiko. Amos merasa putranya adalah korban yang tak berdosa. Setelah mendengar kemetrian menemukan mesin pembalik waktu, Amos ingin Harry membantunya untuk bisa mengembalikan Cedric. Tapi Harry tidak bisa memenuhi permintaan tersebut.

 

Skenario Bagian Satu dan Dua./Copyright Endah

Bersama Scorpius dan Delphi Driggory (sepupu Cedric), Albus mencuri pembalik waktu di kantor kementrian. Dengan pembalik waktu tersebut, Albus ingin mencegah kematian Cedric. Hanya saja menggunakan pembalik waktu tersebut jelas penuh risiko. Hal kecil yang diubah di masa lalu bisa memberi perubahan besar di masa sekarang. Yang sebelumnya ada jadi tiada. Sebuah cerita hilang, cerita baru muncul. Bahkan Voldemort yang seharusnya sudah tak ada, bisa kembali jadi penguasa.

Karena berbentuk naskah skenario, tadinya tidak berharap banyak akan menikmati buku ini. Namun, ternyata sangat seru mengikuti petualangan demi petualangan yang ada. Mengikuti dialog demi dialog di buku ini kita seperti ikut memerankan berbagai macam karakter. Benar-benar memberi pengalaman membaca yang istimewa. Nggak bisa berhenti baca kalau belum benar-benar tamat deh pokoknya. Kita akan disuguhi dengan sejumlah alternatif dunia Harry Potter. Kembali ke masa lalu, mengubah sesuatu lalu kembal ke masa kini harus menghadapi perubahan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Yang sebelumnya sudah dinyatakan mati, bisa bertahan hidup. Sosok Harry Potter pun bisa saja tak pernah ada di dunia bila ada satu titik di masa lalu yang diubah.

Kita pun akan kembali dibawa ke masa saat kedua orangtua Harry Potter tewas. Ada momen yang begitu mengerikan tapi juga sangat mengharukan pada dimensi yang berbeda. Cerita terpusat pada Harry Potter, Ron, Hermione, Albus, dan Scorpius. Draco Malfoy yang sudah menjadi seorang ayah juga memperlihatkan sisinya yang berbeda dalam cerita ini. Bahkan cukup mengejutkan ketika mengetahui bahwa Draco punya kisahnya sendiri yang sangat mengharukan.

Siapkan hatimu untuk ikut merasakan kehangatan persahabatan Albus dan Scorpius. Sama-sama berupaya untuk menemukan jati diri masing-masing. Berjuang untuk memperbaiki keadaan meski sempat menghadapi konsekuensi yang mengerikan. Sosok keduanya memberi kesan sendiri di hati kita.

Harry Potter and The Cursed Child (Harry Potter dan si Anak Terkutuk, Skenario Bagian Satu dan Dua) cukup mengobati rasa rindu akan kisah petualangan Harry Potter. Dan masih berharap suatu hari nanti J.K. Rowling akan membuat kisah-kisah fantasi baru yang tak kalah fenomenalnya seperti Harry Potter.