Melindungi Sumber Air dengan Membersihkan Sampah Domestik di Sungai

Anisha Saktian Putri diperbarui 26 Sep 2019, 19:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Di Indonesia, sungai merupakan sumber air bersih yang penting untuk menyokong kehidupan masyarakat dan ekonomi lokal, baik untuk kebutuhan pertanian hingga industri. Maka dalam rangka World Clean Up Day 2019, lebih dari 100 sukarelawan dari PT Multi Bintang Indonesia Tbk (Multi Bintang) dan masyarakat sekitar sungai Cisadane telah membersihkan berton-ton sampah domestik di hulu Cisadane.

Sampah kemudian disortir lalu dipindahkan ke fasilitas daur ulang. Hal ini dilakukan untuk melindungi sumber air Cisadane. Sebagai informasi, 84% limbah yang ada di sungai Cisadane berasal dari sampah domestik.

Selain itu, peningkatan ancaman deforestasi mengakibatkan erosi tanah yang semakin memperburuk kualitas air. Kegiatan membersihkan sungai sepanjang 7,5 km di hulu Cisadane akan berdampak baik pada penduduk yang tinggal di sekitar sungai Cisadane.

“Sungai adalah garda terdepan sebelum limbah mengalir ke laut. Limbah yang ada di sungai berasal dari lingkungan tempat kita tinggal, area umum, dan area industri yang dengan sengaja membuang limbahnya. Ini artinya sampah akan menumpuk pada tepi sungai dan mengalir ke laut apabila tidak ada dari kita yang mengambil tindakan,” kata Sally Kailola, Head of People, Nature, and Partnership Yayasan Konservasi Alam Nusantara, afiliasi The Nature Conservancy dalam siaran pers yang diterima oleh tim Fimela.com.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Kondisi sungai Cisadane

World Clean Up Day 2019

Kondisi sungai Cisadane saat ini berada di tahap tiga yang berarti kondisinya cukup parah. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak bukan hanya pihak pemerintah untuk bersama-sama menjaga sungai Cisadane.

“Kegiatan ini sangat bagus,sehingga konservasi air kita dapat lebih baik lagi,” kata Fakri Wahyudi, Kepala Bidang Tata Air Dinas PUPR Kota Tangerang.

Sampah yang menumpuk di sungai akan mengancam keanekaragaman hayati laut Indonesia, yang menempati urutan pertama di dunia. Selain itu, hal ini juga akan mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup komunitas sekitar.

“Sungai ini telah menjadi sumber kehidupan bagi banyak orang dan kami percaya dengan gerakan kecil yang dilakukan bersama dengan komunitas sekitar akan menghasilkan efek yang besar dalam melindungi sumber air,” kata Ika Noviera, Corporate Affairs Director PT Multi Bintang Indonesia Tbk, dalam siaran persnya.

#Growfearless with Fimela