Menurut Studi, Memeluk Bayi Bermanfaat Menurunkan Risiko Stres

Mimi Rohmitriasih diperbarui 04 Des 2019, 11:24 WIB

Fimela.com, Jakarta Memeluk bayi seringkali membuat perasaan kita menjadi lebih tenang dan bahagia. Memeluk atau menggendong bayi juga seringkali membuat perasaan jadi lebih nyaman. Apalagi ketika bayi yang dipeluk atau digendong menunjukkan sikap yang ramah, senantiasa tersenyum dan merasa nyaman dengan kita.

Melansir dari laman parents.com, memeluk atau menggendong bayi memiliki banyak manfaat buat kesehatan tubuh kita. Memeluk bayi juga bermanfaat menurunkan risiko stres, depresi serta kecemasan. Adanya kontak langsung kulit kita dengan kulit bayi bisa membuat perasaan jadi makin tenang serta nyaman.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Manfaat Memeluk Bayi

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Nina Buday

Sebuah studi yang dilakukan para ahli dan dipublikasikan di Journal of Perinatal Education mengungkapkan jika memeluk bayi memberi banyak manfaat. Secara ilmiah, memeluk bayi bermanfaat menenangkan pikiran dan membuat otak bekerja secara lebih baik. Ketika kulit Mom bertemu dengan kulit bayi secara langsung, ini membantu proses pelepasan hormon oksitoksin yang mampu membuat Mom merasa lebih bahagia.

Pelepasan hormon oksitoksin juga memungkinkan Mom terhindar dari risiko stres serta depresi. Ada ketenangan dan kenyamanan tersendiri yang bisa kita rasakan saat memeluk bayi. Studi lain yang dipublikasikan di jurnal American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan jika memeluk bayi tak hanya menenangkan perasaan orangtua tetapi juga menenangkan perasaan bayi.

Aroma bayi yang wangi dan khas juga memiliki peranan besar dalam menurunkan risiko stres serta depresi pada orangtuanya. Disadari atau tidak, memeluk dan mencium bayi bisa membuat Mom serta suami lebih bahagia, nyaman dan tanpa beban.

#GrowFearless with FIMELA