5 Cara Menjaga Stabilitas Mental Anak Selama Pandemi Virus Corona

Anisha Saktian Putri diperbarui 17 Apr 2020, 09:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Semenjak dunia dinyatakan darurat pandemi COVID-19, masyarakat diimbau untuk menghindari keramaian demi mengurangi penyebaran virus. Kegiatan bersekolah dan perkantoran mulai dilakukan dari rumah, secara online.

Kehidupan yang selama ini bising hilir-mudik di luar, seakan-akan bergeser ke dalam sempitnya layar, komputer, smartphone ataupun televisi. Sebagai seorang dewasa yang sadar betul akan peran dan tanggung jawabnya di masyarakat, tentu mengerti kepentingan pembatasan fisik yang diberlakukan saat ini. Namun, apakah hal yang sama dimengerti oleh anak anak kita?

Berikut adalah beberapa cara untuk kita sebagai orang tua dapat memastikan perkembangan tetap seimbang dan maksimal saat pandemi Covid-19, yang diberikan Danny K. Tania, DISE, M.P & Laurensia Lindi, M.Psi, Psi, seorang Konselor Sekolah Sinarmas World Academy.

1. Beri pengertian Covid-19 dengan jujur

Mulailah dengan bertanya, dan mencari tahu seberapa jauh anak merasakan perubahan dalam kesehariannya. Mulai jelaskan tentang mengapa perubahan yang dilakukan itu penting dan apa yang mungkin terjadi apabila perubahan yang dirasakan tidak dilakukan. Perhatikan selalu gaya bahasa yang digunakan positif dan tidak condong menakut-nakuti.

Dalam memberi pengertian, pastikan fakta yang digunakan merupakan fakta dari sumber yang terpercaya, dan penting untuk mengolah fakta tersebut menggunakan kalimat sederhana yanggampang dicerna oleh si kecil. Tanamkan kepada anak untuk aktif bertanya, dan mencari tahu bersama apabila ada situasi yang tidak dipahami.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

2. Pembawaan diri yang positif dan semangat

Orangtua dan anak (Photo by Jonathan Daniels on Unsplash)

Anak sangat tanggap dalam membaca emosi orang tua dan lingkungan sekitarnya. Sangat penting untuk si kecil mengerti bahwa perubahan yang terjadi tidak merubah orang tua mereka secara emosi dan perilaku.Orang tua harus tetap menjaga energi positif saat beraktivitas sehari-hari, karena energi tersebut yang akan ditangkap oleh anak. Orang tua dapat menggunakan kesempatan ini untuk mengajarkan kepentingan dan tanggung jawab individu dalam sebuah komunitas; bagaimana peran masing-masing dari kita dapat secara langsung berdampak pada virus ini.

Dengan anak sadar peran penting yang dia miliki, hal itu dapat membangkitkan semangat anak dalam memerangi virus bersama sama dengan orang dewasa lainnya; gunakan kesempatan ini untuk membangun nilai global citizenship pada si kecil.

3. Perkaya diri dengan ilmu parenting

Di saat seperti ini, orang tua dituntut untuk dapat menggunakan gadget, menjawab pertanyaan anak, dan menerapkan disiplin dalam rutinitas. Memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan, namun diperlukan.Bukan berarti semua harus dilakukan sendiri, perlu diingat bahwa seluruh orang tua di dunia sedang menghadapi kesulitan yang sama; carilah komunitas positif yang bisa berbagi informasi penting mengenai

parenting. Ambil saja contoh, sekolah Sinarmas World Academy (SWA) mengadakan online counselling gratis untuk publik yang ingin tahu bagaimana cara sehat menata rutinitas disaat work-from-home dan home-learning sedang diterapkan ini. Fasilitasi dan informasi ini dapat dilihat melalui instagram sekolah @swa-jkt.

3 dari 3 halaman

4. Perbanyak kegiatan bersama

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Tom Wang

Salah satu hal yang perlu diingat adalah dengan terjadinya pembatasan fisik ini, interaksi sosial anak menjadi sangat minim dan terbatas. Interaksi utama anak bersama orang-tuanya menjadi krusial. Gunakanlahkesempatan ini untuk melakukan kegiatan positif bersama, seperti eksperimen sains, gerakan tarian dan nyanyian, memulai prakarya seni atau bahkan bisa mencoba hal hal baru seperti masak bersama dan belajar bercocok tanam. Meskipun banyak kegiatan yang tidak dapat dilakukan di saat pandemi ini, lebih banyak lagi hal yang dapat dieksplorasi bersama.

Sering sekali keberadaan gadget menjadi penyelamat orang tua disaat menghadapi anak, namun perlu diingat penggunaan gadget berlebihan dan tanpa pengawasan memiliki dampak buruk dalam perkembangan anak. Saran kepada orang tua untuk selalu menetapkan batas penggunaan gadget, dan pastikan ada orang dewasayang mensupervisi anak selama sesi online. Sebagai contoh apabila anak menonton video musik, dapat diimbangi dengan gerakan fisik seperti menari dan bernyanyi bersama sama.

5. Ikuti kelas online

Anak pada awalnya akan memerlukan waktu beradaptasi dengan cara komunikasi online, disinilah orang-tua bisa membantu dan memberi contoh. Selain berinteraksi dengan teman yang sudah di kenal, akan sangat baik untuk bisa mengikuti kelas online baru dan berkenalan dengan teman-teman baru yang sebaya.

Ada banyak kelas online anak-anak yang bermanfaat, sekolah Sinarmas World Academy (SWA) menawarkan kelas online gratis untuk kegiatan musik, kesenian, dan sains untuk anak mulai umur 2 tahun sampai 10 tahun. Setiap kegiatan dipandu oleh guru yang berpengalaman dan menekankan interaksi dengan semua anak yangberpartisipasi. Untuk informasi lengkap mengenai kelas online bisa dilihat di instagram sekolah @swa-jkt.

#changemaker