Peduli Kesehatan Jiwa di Tengah Pandemi Virus Corona

Meita Fajriana diperbarui 08 Jul 2020, 10:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Pandemi virus corona memberikan dampak pada masyarakat salah satunya terhadap kejiwaan. PT Johnson & Johnson Indonesia secara konsisten memperkuat komitmennya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, terutama di tengah pandemi virus corona. Untuk itu, sejak April 2020, perusahaan ini telah memulai rangkaian edukasi terkait kesehatan mental bagi masyarakat Indonesia secara virtual.

Seminar virtual ini bertemakan Telemedicine untuk Pasien dengan Gangguan Jiwa di Tengah Pandemi virus corona. Pandemi global virus corona yang telah berlangsung sejak akhir tahun 2019 mengharuskan seluruh masyarakat Indonesia tanpa pengecualian untuk melakukan pembatasan jarak fisik. Di samping itu, masyarakat juga dihimbau untuk membatasi kunjungan ke rumah sakit kecuali dalam keadaan terdesak. Kondisi tersebut kerap menimbulkan kekhawatiran bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu dan menurunkan tingkat kepatuhan dalam menjalankan terapi, terutama para pasien dengan gangguan jiwa.

Maka dari itu, pada bulan April 2020, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan surat edaran yang menyatakan dan menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan dilakukan melalui telemedicine. Telemedicine merupakan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh dokter dan pasien dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendiagnosis, mengobati, mencegah, dan mengevaluasi kondisi kesehatan pasien.

Menurunnya tingkat kepatuhan dalam menjalankan terapi atau perawatan selama proses rehabilitasi pada pasien dengan gangguan jiwa dapat menyebabkan penyakit tersebut menjadi kambuh kembali. Sementara proses rehabilitasi secara terpadu pada umumnya dilakukan di fasilitas kesehatan khusus, yaitu rumah sakit jiwa.

Melihat kondisi tersebut dan untuk membantu agar proses perawatan para pasien selama masa pandemi virus corona, maka sejalan dengan surat edaran Kementerian Kesehatan RI, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) memberikan himbauan kepada para psikiater agar memberikan pelayanan kesehatan melalui telepsikiater bagi para pasien dengan gangguan jiwa.

”Sebagai salah satu perusahaan perawatan kesehatan global, kesehatan jiwa merupakan salah satu fokus utama kami di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pandemi global menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan bagi masyarakat yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan jiwa. Di tengah-tengah kondisi seperti ini, kami sadar masyarakat Indonesia membutuhkan dukungan ataupun informasi yang dapat membantu mereka agar tetap sehat, baik secara fisik maupun mental,” kata Devy Yheanne Country Leader of Communications & Public Affairs PT Johnson & Johnson Indonesia.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Konsultasi kesehatan jiwa dengan telepsikiatri

Ilustrasi Ekspresi Bahagia/ Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Telepsikiatri merupakan bagian dari telemedicine yang melibatkan berbagai pelayanan medis terkait psikiatri seperti evaluasi, terapi, edukasi pasien, dan manajement terapi. Dengan melakukan terapi atau konsultasi melalui telepsikiatri, maka dapat mengikuti anjuran pemerintah untuk menerapkan physical distancing dan mengurangi kunjungan ke rumah sakit, sehingga dapat menekan angka penyebaran virus corona.

”Telepsikiatri sendiri juga memiliki manfaat jangka panjang, seperti, meningkatkan akses pelayanan kesehatan jiwa kepada pasien ke daerah yang sulit dijangkau atau terpencil, meningkatkan akses ke pelayanan psikiatri yang sulit dilakukan seperti di area terpencil, membawa pelayanan ke tempat tinggal pasien, membantu pelayanan kesehatan perilaku yang terintegrasi dan pelayanan primer yang berdampak kepada hasil yang lebih baik,” kata dr.Prasila Darwin, Sp.KJ, Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa.

 

3 dari 3 halaman

Bersinergi dengan rumah sakit jiwa

Mengatasi dampak pandemi virus corona terhadap kesehatan jiwa/ Credit: pexels.com/pixabay

Dalam menjalankan rangkaian kegiatan edukasi yang telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu, PT Johnson & Johnson Indonesia bekerja sama dengan sejumlah mitra dan para pemangku kepentingan terkait, seperti Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), Indonesia Neuroscience Institute, Bipolar Care Indonesia, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, hingga Rumah Sakit Jiwa Islam Klender.

“Kami berharap informasi yang diperoleh dari rangkaian kegiatan edukasi yang kami lakukan secara berkelanjutan tersebut dapat membantu masyarakat Indonesia, baik yang sehat maupun pasien dengan gangguan jiwa dan keluarganya, untuk menjaga kesehatan jiwa mereka di tengah-tengah pandemi COVID-19,” tutup Devy.

#changemaker