Menstruasi Bisa Lebih Menyakitkan saat Kamu Stres

Annissa Wulan diperbarui 26 Agu 2020, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Sadarkah kamu bahwa stres memberi dampak tidak hanya pada pikiran, namun juga tubuh atau fisikmu? Berbagai perubahan yang saat ini terjadi karena pandemi seringkali dianggap normal bagi sebagian besar orang, apa kamu salah satunya?

Jangan pernah menganggap perubahan sebagai hal yang normal. Stres karena menghadapi perubahan bisa berdampak buruk, termasuk pada siklus menstruasi.

Menurut para ahli, siklus rata-rata menstruasi pada usia remaja adalah setiap 21 sampai 45 hari. Sedangkan untuk orang dewasa, siklus biasanya berlangsung selama 21 sampai 35 hari tanpa pengaruh stres, seperti dilansir dari stylecaster.com.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Stres dapat mempengaruhi siklus menstruasi

ilustrasi menstruasi/copyright Rawpixel

Jika siklus ini berubah dan berlanjut, kamu harus mencari tahu penyebabnya atau segera mengunjungi dokter. Perubahan siklus menstruasi biasanya melibatkan durasi yang lebih lama, kram, dan kembung.

Beberapa gejala umum masih dapat diatasi di rumah, seperti kembung, kelelahan, kenaikan berat badan, kram, sakit punggung, sakit otot, atau sakit kepala. Namun pada titik ini, jangan sampai kamu meremehkan dampak dari tekanan fisik dan mental yang sebenarnya saling terkait.

Biasanya, stres berat dapat menyebabkan ketidakteraturan menstruasi. Inilah pentingnya mengelola stres yang pada akhirnya akan mempengaruhi siklus menstruasimu. Cobalah mulai dengan melakukan meditasi, latihan pernapasan, dan mengonsumsi obat yang dianjurkan oleh dokter. Selamat mencoba!

3 dari 3 halaman

Saksikan video menarik setelah ini

#ChangeMaker