Dokter Ini Beberkan Masalah Rasisme yang Dialami Petugas Kesehatan di Masa Pandemi

Annissa Wulan diperbarui 11 Des 2020, 19:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Pertama kali Susan Lopez melihat media yang menggambarkan dokter berkulit cokelat atau hitam adalah di Grey's Anatomy. Ia sudah menonton acaranya sejak dimulai, namun episode baru-baru ini sedikit berbeda.

Ini membuat Susan menyadari bagaimana pandemi telah mempengaruhi dirinya dan semua koleganya yang diidentifikasi sebagai pihak yang kurang terwakili dalam kedokteran. Beberapa waktu belakangan adalah hari-hari yang melelahkan dan seorang rekan Susan, dokter ahli bedah berkulit hitam bernama Magie Pierce yang telah dipindahkan ke unit perawatan intensif COVID-19 menangis, mengatakan bahwa sudah ada 53 orang yang meninggal di tangannya.

Semua petugas kesehatan yang tak terhitung jumlahnya berada di garis depan juga menggambarkan jumlah korban akibat pandemi ini. Perasaan lelah dan menanggung beban adalah dua hal yang dilaporkan oleh para dokter dan petugas medis lainnya.

 

 

2 dari 3 halaman

Komunitasnya mengalami dampak yang tidak proporsional saat pandemi

Ilustrasi Jurusan Kedokteran Credit: pexels.com/GustavoFring

Petugas kesehatan dan dokter berkulit hitam atau Latin yang bertugas selama pandemi mungkin hanya sekitar 10,8%, namun presentase yang besar menunjukkan bahwa mereka ditempatkan di bangsal dan kamar mayat khusus pasien COVID-19. Susan memahami rasisme yang dihadapi komunitasnya secara historis, karena keluarga dan temannya pernah mengalami hal yang sama.

Susan mengalaminya sendiri ketika ia melihat orang-orang berkulit cokelat atau hitam yang terkena dampak tidak proporsional. Ini bukan hanya Susan, namun juga rekan-rekan berkulit cokelat dan hitamnya yang merasakan hal yang sama.

Setiap hari, mereka melakukan apa yang mereka bisa untuk mendukung orang-orang yang dicintai, sementara diri mereka sendiri berjuang melawan virus yang sama. Tentu saja, Susan bersumpah merawat dan melakukan yang terbaik untuk setiap pasien yang ditemuinya, namun ia juga menyadari adanya perbedaan nyata yang disebabkan oleh pengalaman bersama, budaya, dan bahasa.

3 dari 3 halaman

Ada perbedaan yang nyata

ilustrasi dokter/Photo by rawpixel.com from Pexels

Pesan perawatan kesehatan seputar COVID-19 terkadang tidak konsisten, tidak jelas, dan tidak pantas secara budaya. Misalnya, awalnya orang-orang diminta untuk tinggal di rumah, sedangkan banyak orang berkulit cokelat atau hitam yang tidak melakukannya karena mereka adalah pekerja esensial.

Mereka tidak memiliki pedoman tentang bagaimana melindungi diri mereka sendiri, jika diharuskan bekerja. Petugas kesehatan yang berasal dari komunitas ini sebenarnya memiliki wawasan yang dapat membantu, terutama di saat pandemi seperti ini.

Susan ingin orang-orang mulai mendengarkan, tanpa membeda-bedakan, tanpa ada rasisme. Memanfaatkan pengalaman, budaya, dan bahasa bersama untuk membantu membuat informasi perawatan kesehatan lebih mudah diakses, saat ini adalah prioritas.

#ChangeMaker