Atlet Indonesia Kenakan Pakaian Tradisional Modern Penuh Makna di Pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020

Anisha Saktian Putri diperbarui 25 Agu 2021, 10:36 WIB

Fimela.com, Jakarta Olimpiade Tokyo 2020 telah usai, namun kali ini atlet Indonesia akan kembali bertanding di Paralimpiade Tokyo 2020 yang akan digelar mulai tanggal. 14 Agustus hingg 4 September 2021.

Indonesia berhasil meloloskan 23 atlet dari tujuh cabang olahraga Paralimpiade tahun ini. Ketujuh cabor tersebut di antaranya atletik, bulu tangkis, tenis meja, renang, balap sepeda, powerlifting, dan menambak. 

Pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020 telah digelar di Olympic Stadium, Selasa (24/8/2021) malam WIB. Kontingen Indonesia pun terlihat elegan mengenakan pakaian berunsur tradisional namun tetap modern saat defile.

Melansir laman Kemenpora Indonesia, busana tersebut dimodifikasi dari sejumlah baju tradisional dari budaya Sumatera, Bali, Kalimantan dan Papua. Seragam defile tersebut mewakili keindahan dan keragaman budaya Indonesia. 

Baju defile menakjubkan kontingen Paralimpiade itu merupakan hasil desain perancang busana asal Solo, Rory Wardana Poesponingrat. Rory mengangkat tema "Ratna Mutu Manikam" yang artinya sebuah nama kumpulan permata yang berkilau, untuk diwujudkan dalam busana adat daerah.

Pakaian adat modifikasi ini dikenakan oleh dua atlet yang diberi kehormatakan membawa bendera dengan menggunakan kursi roda yakni Hanik Puji Astuti (atlet para-menembak) dan Jaenal Aripin (atlet para-atletik) serta dua pendamping yang mendorong kursi roda kedua pembawa bendera yakni Ajeng Widha Paramitha dan Purwo Adi Sanyoto.

Pakaian adat yang dikenakan keempat orang di barisan terdepan tersebut memiliki warna khas yaitu merah-putih yang tampil dengan kesan indah dan menawan serta memiliki ciri khas tersendiri sesuai dengan daerah masing-masing. Namun tetap memiliki konsep yang sama sebagai simbol persatuan yang membawa nasionalisme.

Modifikasi baju adat Sumatera yang dikenakan Hanik Puji Astuti, warna merah yang terbuat dari kain beludru yang dipadukan dengan songket merah dari pulau Sumatera yang dipadukan dengan benang putih serta ikat kepala yang didesain simpel dan tidak terlalu berat.

Sedangkan Jaenal mengenakan pakaian modifikasi dari Bali, menggunakan Udeng Bali putih. Busana pria tersebut terbuat dari kain jaguar berwarna merah dengan ornamen bordir emas serta menutupi kain Prada merah putih.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Detail busana pendamping

Jaenal Aripin atlet para-atletik kenakan baju khas Bali di pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020/dok. Instagram @zeynmuhammad88

Sementara itu modifikasi pakaian Ajeng Widha merupakan pakaian khas daerah Kalimantan, dengan warna merah yang terbuat dari kain motif jaguar dengan detail cumi-cumi Kalimantan dan dihiasi dengan manik-manik. Kemudian ikat kepala menggunakan tiruan Bulu Burung Engga.

Pakaian adat yang dipakai oleh Purwo Adi merupakan hasil modifikasi dari papua yang menggunakan kain beludru merah sebagai pakaian atasan dengan kalung yang terbuat dari tiruan taring babi hutan. Mahkotanya terbuat dari bulu kasuari tiruan dan cangkang. Untuk kostum bagian bawah menggunakan akar rumbai yang indah.

3 dari 3 halaman

Jaket atlet lainnya dengan unsur batik

Jaket yang dikenakan semua kontingan Indonesia/dok. Instagram @Rory Wardana

Sementara itu di belakang rombongan pembawa bendera Merah-Putih terdapat kontingen Indonesia lainnya yang memeriahkan acara pembukaan acara olahraga tersebut, para perwakilan yang masuk dalam barisan defile mengenakan jaket merah dengan detail batik pada bagian tangan.

Jaket yang menggambarkan identitas bangsa ini juga rancangan Rory Wardana Poesponingrat. Dalam jaket tersebut terdapat detal lambang negara Garuda Pancasila disematkan di dada kanan atas.

Lambang Paralimpiade disulam lembut di dada kiri atas, sedangkan di belakang disulam dengan peta nasional Indonesia. Motif batik tersebut ialah barik parang, yang menurut Roy memiliki makna mendalam. Jaket Kasual dan formal ini menggunakan warna merah dan putih.

Merah memiliki makna filosofis sebagai energi, kekuatan, keinginan/gairah, motivasi, berani dan percaya diri. Sedangkan putih itu sederhana, rendah hati, murni dan sempurna. Rancangan ini sebagai simbol dan motivasi bagi para atlet nasional agar selalu berani, jujur dan pantang menyerah.

#elevate women

#elevate women