Telemedicine Permudah Bidan dan Ibu Hamil Mendapatkan Informasi Seputar Nutrisi untuk Mencegah Masalah Perkembangan Prenatal

Anisha Saktian Putri diperbarui 27 Jan 2022, 12:08 WIB

Fimela.com, Jakarta Ibu hamil sebaiknya rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter atau bidan. Hal ini bertujuan agar perkembangan janin dan ibu bisa dipantau secara berkala sehingga ketika ada sesuatu yang berjalan tidak semestinya dapat diberikan penanganan sedini mungkin.

Bidan memainkan peran yang semakin penting dalam mengurangi kematian ibu hamil dan bayi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Analisis yang dilakukan sebagai bagian dari State of the World's Midwifery (SoWMy) 2021 yang dirilis oleh United Nations Population Fund (UNFPA), World Health Organization (WHO), dan International Confederation of Midwives (ICM) menunjukkan bahwa bidan dapat membantu secara substansial menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta lahir mati di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Analisis dari 88 negara yang menjadi penyebab sebagian besar kematian ibu dan bayi serta lahir mati di dunia ini menunjukkan bahwa peningkatan substansial dalam cakupan intervensi yang diberikan bidan (meningkat 25% setiap lima tahun hingga 2035) dapat mencegah 40% kematian ibu dan bayi baru lahir serta 26% bayi lahir mati.

Bahkan sedikit peningkatan (10% setiap lima tahun) dalam cakupan intervensi yang dilakukan oleh bidan dapat mencegah 23% kematian ibu dan bayi serta 14% kelahiran mati. Cakupan universal intervensi yang diberikan bidan akan mencegah 65% kematian ibu dan bayi serta kelahiran mati.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Lebih Memperhatikan Asupan Gizi

ilustrasi/copyright shutterstock.com

Selama kehamilan, ibu harus benar-benar memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi karena ibu hamil yang mengonsumsi makanan sehat dan seimbang akan membantu janin mendapatkan nutrisi yang tepat. Nutrisi ini merupakan modal awal pertumbuhan agar bayi dapat lahir dengan sehat dan tumbuh optimal setelah lahir. Pemenuhan gizi selama kehamilan dapat mencegah terjadinya stunting pada anak.

Stunting ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Stunting dapat mencegah anak mencapai potensi fisik dan kognitifnya. Selain itu, anak dengan stunting berisiko rentan terhadap penyakit menular dan kronis di masa dewasa. 

Dilansir dari situs Kementerian Kesehatan, sehatnegeriku sebagai laman resli dari Kementerian Kesehatan, penurunan angka stunting pada balita masih menjadi program prioritas nasional meski sudah terjadi penurunan. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 angka stunting secara nasional mengalami penurunan sebesar 1,6% per tahun, dari 27,7% tahun 2019 menjadi 24,4% tahun 2021.

Namun, masih belum memenuhi target dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020—2024 sebesar 14%. Bahkan, target selanjutnya adalah menurunkan angka stunting sampai kategori rendah atau di bawah 2,5%.Pemenuhan nutrisi selama kehamilan juga menentukan berat badan janin. Berat badan merupakan salah satu indikator perkembangan janin yang harus diperhatikan ibu selama kehamilan. Bayi dengan berat badan lahir rendah mungkin perlu dirawat di unit perawatan intensif neonatal (NICU).

Good Doctor memberikan tips beberapa jenis makanan yang bisa ibu konsumsi untuk menambah berat badan janin secara sehat, yaitu susu, yogurt, keju, kacang-kacangan, kecambah, kedelai, ayam, ikan, telur, dan sayuran berdaun hijau.Angka kematian ibu dan bayi juga masih menjadi program prioritas nasional karena terbilang masih tinggi.

Situs sehatnegeriku menyatakan, berdasarkan data Sampling Registration System (SRS) tahun 2018, sekitar 76% kematian ibu terjadi di fase persalinan dan setelah persalinan dengan proporsi 24% terjadi saat hamil, 36% saat persalinan dan 40% setelah persalinan. 

Tingginya angka kematian ini disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang terjadi mulai dari fase sebelum hamil yaitu kondisi wanita usia subur yang anemia, kurang energi kalori, obesitas, memiliki penyakit penyerta seperti tuberkulosis.

Selama hamil, ibu juga mengalami berbagai penyakit seperti hipertensi, perdarahan, anemia, diabetes, infeksi, dan penyakit jantung.

Sementara menurut healthline.com, kekurangan nutrisi sebelum dan selama kehamilan juga bisa menyebabkan kelahiran prematur. Mendapatkan perawatan prenatal yang cepat dan tepat, secara signifikan mengurangi kemungkinan kelahiran prematur.

3 dari 3 halaman

Program Sahabat Bidan

credit via Shutterstock.com

Bidan memiliki peran penting dalam kesehatan ibu dan anak. Oleh karena itu, Good Doctor Technology Indonesia (GDTI) meluncurkan Program Sahabat Bidan bekerja sama dengan Danone Indonesia.

Program ini bertujuan untuk membantu memberikan akses dan memperkenalkan layanan kesehatan digital bagi bidan dalam menangani kasus yang dihadapi.

CoE Medical Manager Good Doctor Technology Indonesia, dr. Wawan Harimawan, mengatakan, Program Sahabat Bidan, para bidan yang berpartisipasi dapat melakukan konsultasi dengan dokter umum berdedikasi di aplikasi Good Doctor dan GrabHealth, untuk memperoleh expert opinion untuk kasus yang ditangani atau berkonsultasi untuk masalah kesehatan yang dialami.Program ini terdiri dari dua fase.

“Program fase pertama berlangsung dari Mei hingga Juli 2021, yang diikuti oleh 232 bidan. Kasus yang dikonsultasikan beragam, mulai dari konsultasi terkait gizi anak, kesehatan anak secara umum, hingga infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan diare. Bidan yang mengikuti fase pertama ini berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan. Pada fase kedua, yang berlangsung dari November 2021 hingga Januari 2022, jangkauan lokasi bidan peserta lebih luas, yakni Jakarta, Makassar, Balikpapan, Medan, dan Palembang. Jumlah bidan yang mengikuti fase kedua ini lebih dari 450 bidan dalam 1 bulan program berjalan. Peluncuran fase kedua dilaksanakan pada 23 Oktober dan dihadiri lebih dari 1.000 bidan yang tersebar di berbagai kota,” ujar dr. Wawan.

Untuk mengumpulkan pandangan dari para bidan, Good Doctor telah melakukan serangkaian survei mendalam dari 2—11 Juli 2021. Hasil survei pasca kampanye menunjukkan bahwa program ini menjadi pengalaman pertama para bidan dalam konsultasi online, terutama terkait manajemen gizi anak. Para bidan juga merasa bahwa Sahabat Bidan membantu mereka mendapatkan akses yang lebih mudah dan respons dokter serta resep yang lebih cepat.

#women for women