Ini 8 Tanda Kamu Bukan Seorang Introver, Melainkan Seorang Ekstrover yang Pemalu

Fimela Reporter diperbarui 15 Apr 2022, 12:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Apakah kamu merasa bahwa dirimu tidak dapat dikategorikan dalam sebuah tipe kepribadian? Kamu merasa bahwa kamu tidak seaktif ekstrover, kamu tidak begitu menyukai waktu yang kamu habiskan seorang diri seperti seorang introver, dan jika dibandingkan dengan ambiver, kamu lebih menyukai interaksi sosial daripada hanyut dalam pikiranmu.

Jika kamu merasakan hal-hal tersebut, maka besar kemungkinan kamu adalah ekstrover yang pemalu. Berikut adalah 8 tanda kamu seorang ekstrover yang pemalu, bukan introver.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Sulit mendekati orang baru, tetapi nyaman berada diantara banyak orang

Copyright: pexels.com/PNW Production

1. Jika kamu adalah ekstrover yang pemalu atau sensitif, kamu mungkin mengalami kesulitan saat mendekati orang baru. Tetapi, setelah kamu berhasil mendekati orang baru, kamu tidak merasa kesulitan membangun hubungan dengan orang tersebut. Kamu bisa saja tidak seaktif ekstrover lainnya, tetapi kamu merasa nyaman berada diantara banyak orang.

2. Ketika orang lain mengajakmu untuk bergabung dalam sebuah kegiatan, kamu tidak ragu untuk mengiyakan ajakan tersebut. Kamu juga tidak keberatan dengan ajakan spontan dari orang lain, bahkan kamu sangat menikmati waktumu dengan orang lain. Hal ini sangat berlawanan dengan seorang introver yang lebih suka menikmati waktu seorang diri.

3. Saat bertemu dengan orang baru, akan ada saat dimana kamu dan lawan bicaramu terjebak dalam keheningan. Saat berada dalam situasi tersebut, seorang ekstrover pada umumnya akan berusaha mencari topik untuk mempertahankan percakapan dan memecah keheningan, sedangkan seorang introver mungkin akan merasa panik karena tidak menyukai keheningan tersebut tetapi tidak berani melanjutkan percakapan. Lain halnya dengan ekstrover yang pemalu, mereka menikmati keheingan tersebut sembari memikirkan topik pembicaraan apa yang dapat kamu ungkapkan. Singkatnya, kamu tidak terganggu dengan keheningan dalam sebuah percakapan.

4. Walaupun seorang ekstrover merasa nyaman dikelilingi oleh banyak orang, tetapi ekstrover yang pemalu akan merasa gugup jika dikelilingi banyak orang dalam skala besar. Tetapi hal tersebut adalah hal yang normal. Tidak semua ekstrover lahir dengan kemampuan untuk dapat beradaptasi dan memposisikan diri saat dikelilingi banyak orang dalam skala besar.

3 dari 3 halaman

Merasa gugup saat dikelilingi oleh banyak orang dalam skala besar

Ilustrasi Pidato/Unsplash

5. Kamu mungkin merasa gugup saat dikelilingi banyak orang dalam skala besar, tetapi kamu tidak merasa keberatan saat harus menjadi pusat perhatian dalam skala yang lebih kecil, contohnya dalam lingkup pertemananmu. Kamu memang tidak seaktif dan semenonjol ekstrover pada umumnya, sehingga kamu tidak selalu menjadi pusat perhatian. Tetapi saat pusat perhatian beralih padamu, kamu tidak merasa keberatan dan terganggu akan hal tersebut.

6. Seperti seorang ekstrover pada umumnya, seorang ekstrover yang pemalu cenderung memiliki lingkup pertemanan yang besar karena ia menikmati interaksi dengan orang lain. Tetapi, seorang ekstrover yang pemalu akan membangun hubungan pertemanan yang dalam dengan beberapa orang saja. Ia tidak berusaha dan memaksa untuk memiliki hubungan pertemanan yang dalam dengan semua orang yang berada di lingkup pertemanannya.

7. Saat berkomunikasi, seorang introver seringkali menghilang karena mereka menikmati waktu untuk dirinya sendiri. Sedangkan ekstrover yang pemalu akan membangun komunikasi secara konsisten dengan orang-orang disekitarnya, walaupun mereka juga menikmati waktu untuk dirinya sendiri. Mereka masih memprioritaskan komunikasi dan interaksi dengan orang lain, sama seperti seorang ekstrover pada umumnya.

8. Seperti ekstrover pada umumnya, kamu ingin disukai oleh orang lain. Hal ini bukan berarti seorang introver tidak ingin disukai oleh orang lain, tetapi mereka lebih fokus pada opini orang-orang terdekatnya. Sedangkan seorang ekstrover cenderung ingin disukai oleh banyak orang.

 

Ditulis oleh: Savitri Anggita Kusuma Wardani