Pertunjukan Kembang Api 4 Juli di Amerika Batal Akibat Kurang Pasokan Kembang Api

Nabila Mecadinisa diperbarui 05 Jul 2022, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Perayaan 4 Juli di Amerika Serikat identik dengan kemegahan kembang api. Bagi banyak orang, kegiatan ini menjadi agenda yang ditunggu setelah melakukan pesta barbekyu bersama keluarga. Dilaporkan oleh VOA, tahun ini kembang api di sejumlah wilayah terpaksa tidak digelar di Hari Kemerdekaan Amerika. 

Hal ini disebabkan oleh gangguan rantai pasokan, sehingga setelah tiga tahun berturut-turut sejak pandemi Covid-19. Sehingga kemeriahan Hari Kemerdekaan Amerika tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. 

Arizona, Phoenix, menjadi ibu kota negara yang membatalkan tiga pertunjukan kembang api tahun ini karena tidak memiliki cukup kembang api. “Sayangnya, seperti banyak wilayah lain, Phoenix terimbas isu rantai pasokan yang berlarut-larut. Kontraktor kota tidak bisa memperoleh kembang api untuk acara itu," kata Departemen Pertamanan dan Rekreasi di kota itu.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Kurangnya pasokan kembang api

Ilustrasi kembang api. (AP Photo/Wason Wanichakorn)

Di Ottawa, Kansas, para pejabat kota memesan kembang api sejak Februari, tapi kiriman itu masih macet di sebuah kapal dari China. Akibatnya, masyarakat di sana baru bisa menikmati pertunjukkan kembang api dua bulan kemudian, pada Hari Buruh, bukan pada 4 Juli.

Dikutip dari Liputan6.com, China memproduksi sebagian besar kembang api yang digunakan di AS. Menurut Asosiasi Piroteknik Nasional, China menyuplai sekitar 70% kembang api taraf internasional yang digunakan dalam pertunjukkan kembang api.  

3 dari 3 halaman

Penundaan rantai pasokan global

Ilustrasi kembang api. (Bola.com/Peksi Cahyo)

Menurut Forbes, untuk produk-produk komersial, seperti kembang api kecil dan roket botol, persentasenya naik menjadi 94%. Pada April dan Mei tahun ini, China memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) terkait COVID-19 yang ketat di banyak kota, termasuk Shanghai, menyebabkan penundaan yang cukup parah dalam rantai pasokan global.

 

 

 

#Women for Women