7 Bahan Alami yang Aman dan Ampuh untuk Menghilangkan Bekas Jerawat

Fimela Reporter diperbarui 16 Mar 2023, 11:36 WIB

Fimela.com, Jakarta Jerawat merupakan masalah kulit yang umum dialami baik oleh perempuan maupun pria. Jerawat yang mengiritasi kulit dalam jangka waktu yang cukup lama dapat meninggalkan bekas yang mengganggu. Dilansir dari healthline.com, bekas jerawat dihasilkan dari kulit yang memproduksi terlalu sedikit ataupun terlalu banyak kolagen untuk memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan akibat munculnya jerawat.

Menurut American Academy Dermatology (AAD), bekas jerawat merupakan bagian dari proses penyembuhan jerawat itu sendiri. Kendati demikian, bekas jerawat dapat membuat seseorang menjadi kurang percaya diri. Seiring dengan banyaknya produk yang mengklaim dapat menghilangkan jerawat hanya dalam sekejap, timbul pula kekhawatiran akan efek samping yang dihasilkan dari bahan aktif yang terkandung di dalamnya.

Meskipun membutuhkan waktu yang lebih lama, bahan alami dapat dijadikan alternatif untuk solusi menghilangkan bekas jerawat. Di bawah ini penjelasan tentang bahan alami yang dapat membantu menghilangkan bekas jerawat:

1. Black seed oil

Black seed oil atau minyak jintan hitam merupakan tumbuhan obat yang berasal dari Eropa Timur, Asia Barat, dan Timur Tengah. Memilki kandungan antibakteri dan sifat antivirus serta antiinflamasi, black seed oil dapat membantu menyamarkan bekas jerawat. Tak hanya itu, tumbuhan ini juga dapat mempercepat proses penyembuhan luka, meratakan pigmentasi kulit, dan bahkan mencegah timbulnya jerawat.

 
2 dari 4 halaman

2. Rosehip oil

Lelah dengan bekas jerawat membandel? Yuk intip 7 bahan alami yang ampuh untuk menghilangkan bekas jerawat.

Meskipun dikenal sebagai solusi untuk antipenuaan dini, rosehip seed oil juga ternyata dapat membantu mengatasi masalah bekas jerawat lho! Para peneliti mengungkapkan bahwa mengaplikasikan rosehip seed oil dua kali sehari setiap hari secara rutin dapat membantu mengurangi noda bekas jerawat.

3. Madu

Madu sudah sangat sering digunakan untuk berbagai kepentingan kesehatan, seperti luka bakar, luka biasa, dan herpes. Penelitian menunjukkan bahwa madu dapat mempercepat proses penyembuhan luka, dan meminimalisir potensi peninggalan bekas luka. Peneliti mengungkapkan bahwa mengoleskan madu ke wajah dapat membantu membersihkan luka seperti bekas jerawat karena sifat antibakterinya. Selain itu, mengaplikasikan madu ke wajah juga dapat melawan infeksi dan mencegah jerawat timbul kembali.

3 dari 4 halaman

4. Lidah buaya

Ilustrasi Lidah Buaya Credit: pexels.com/pixabay

Sama halnya dengan madu, lidah buaya juga merupakan bahan alami yang sering digunakan untuk kepentingan kesehatan dan kecantikan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Annals of Plastic Surgery, mengoleskan lidah buaya secara langsung ke luka dapat mengurangi peradangan dan mengecilkan ukuran jaringan parut.

5. Cuka apel

Meskipun memiliki bau yang kurang sedap, bahan alami yang satu ini ternyata memiliki manfaat yang luar biasa untuk kulit. Cuka apel memiliki fungsi untuk menyeimbangkan pH kulit dan menyamarkan noda merah bekas jerawat. Cara menghilangkan bekas jerawat dengan cuka apel cukup mudah, yaitu hanya dengan mencampurkan cuka apel dan air dengan perbandingan 1:2 lalu aplikasikan ke wajah menggunakan kapas.

4 dari 4 halaman

6. Baking soda

Ilustrasi Baking Soda Credit: pexels.com/Kaboompics

Tak hanya untuk bermanfaat untuk membuat kue, baking soda juga kerap digunakan untuk keperluan kulit wajah yang bermasalah dengan jerawat dan bekasnya. Digunakan sebagai exfoliator, baking soda terbukti dapat mengangkat sel kulit mati pada wajah.

7. Lemon

Ya, ternyata buah yang rasanya asam ini juga dapat digunakan sebagai alternatif untuk menghilangkan bekas jerawat lho! Kandungan acid dan antioksidan yang terdapat di dalam buah lemon memiliki manfaat untuk mengurangi noda bekas jerawat membandel di wajah. Caranya hanya dengan mengoleskan lemon secara langsung ke wajah selama beberapa menit, lalu bilas dengan air bersih. Tapi perlu diingat bahwa mengoleskan lemon ke wajah terlalu sering justru dapat mengakibatkan iritasi yang disebabkan oleh kandungan acid di dalamnya.

Penulis: Frida Anggi Pratasya

#Women for Women