Asri Welas Kenang saat Tahu Anaknya Menderita Kelainan Mata, Bersyukur Ada yang Membantu

Anto Karibo diperbarui 17 Okt 2022, 08:43 WIB

Fimela.com, Jakarta Orang tua mana yang tega melihat anaknya menderita kelainan pada organ tubuhnya? Terlebih pada bagian mata yang merupakan salah satu organ penting. Seperti Asri Welas yang merasa sangat sedih kala mendapati buah hatinya sudah menderita kelainan mata sejak usia masih bayi.

Anak Asri Welas, Rayyan Gibran Ridha Rahardja atau Ibran (lahir tahun 2017) diketahui memiliki kelainan pada matanya saat masih berusia beberapa bulan. Ternyata, buah hatinya kala itu mengalami kelainan mata yang disebut katarak kongenital.

“Masih terbayang dengan jelas saat saya dan suami menduga kondisi kelainan mata pada Ibran anak kedua kami. Saat itu Ibran masih berusia lima bulan, dan kami menemukan Ibran tidak merespon gerakan yang ada di depan matanya,” kenang Asri Welas, baru-baru ini.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Kurang Informasi

Asri Welas (Instagram/asri_welas)

Sebagai publik figur, Asri Welas ternyata juga buta informasi mengenai apa yang telah diderita anaknya. Ia mengaku kala itu sangat minim informasi. Juga dengan penanganan serta alat-alat yang bisa membantunya.

“Yang membuat kami sangat sedih, saat itu tidak ada informasi apapun tentang katarak kongenital pada anak yang bisa saya dapatkan," ujar sosok desainer dan juga pemeran tersebut.

Beruntung, Ari Welas bertemu dengan sosok baik yang membantunya. "Beruntung Tuhan mempertemukan saya dengan Bapak Alex dari Optik Tunggal, yang tanpa banyak persyaratan lalu mengupayakan sepasang kacamata untuk Ibran," ucap Asri Welas.

3 dari 4 halaman

Bagi-Bagi Gratis

Asri Welas dalam preskon Optik Tunggal berbagi gratis 2025 kacamata katarak kondenital (Istimewa)

Dulu, Asri Welas merasa sedih dan bingung karena minim informasi. Karenanya, ketika ia tahu ada gerakan amal dari Optik Tunggal yang mengumumkan donasinya berupa 2025 pasang kacamata khusus bagi anak-anak penderita katarak kongenital yang berasal dari keluarga pra-sejahtera.

Kacamata ini dibuat menggunakan lensa khusus yang dibuat di Jerman oleh perusahaan lensa ternama dunia ZEISS. Ke-2025 kacamata khusus ini diberikan secara gratis kepada anak-anak berusia hingga 10 tahun yang mengalami katarak kongenital sejak lahir.

"Saya sangat bersyukur dan semakin bersyukur karena dari pertemuan kami Optik Tunggal menyediakan 90 pasang kacamata untuk anak-anak lain seperti Ibran,” tutur Asri Welas.

CEO Optik Tunggal, Alexander Kurniawan menambahkan bahwa penglihatan adalah indra tubuh yang sangat penting bagi manusia. Bagian tubuh manusia pertama yang mencerna informasi dari sekitar kita adalah mata. Sebuah survei tentang kebutaan1 mengatakan 85% manusia menyatakan bahwa ketakutan terbesar mereka adalah kehilangan indra penglihatan.

"Sejak berdiri tahun 1929 Optik Tunggal berkomitmen melayani kebutuhan penglihatan masyarakat Indonesia dan melakukan inisiatif-inisiatif untuk membantu meringankan masalah penglihatan masyarakat pra-sejahtera," ujarnya.

4 dari 4 halaman

Disambut Menteri Kesehatan

Asri Welas dalam preskon Optik Tunggal berbagi gratis 2025 kacamata katarak kondenital (Istimewa)

Sejak 2017 Optik Tunggal menggelar inisiatif-inisiatif sosialnya melalui Optik Tunggal Peduli dan memberikan berbagai bantuan untuk meningkatkan penglihatan pada anak-anak, orang tua, dan lansia yang mengalami kelainan penglihatan.

Pemberian 2025 kacamata khusus bagi anak-anak penderita katarak kongenital ini merupakan kelanjutan dari pemberian 90 pasang kacamata yang sama pada tahun 2019 lalu. Tahun 2019 bertepatan di HUTnya ke-90, Optik Tunggal menyediakan 90 kacamata gratis untuk anak-anak dengan katarak kongenital.

Tahun ini Optik Tunggal menambah lebih banyak pasang kacamata katarak kongenital untuk membantu anak-anak. Untuk mendaftarkan diri sebagai calon penerima kacamata khusus, masyarakat dapat menghubungi Optik Tunggal via Whatsapp di nomor 08118755192 (chat only) dan email optiktunggalpeduli@optiktunggal.com.

“Saya menyambut baik bantuan Optik Tunggal menyediakan kacamata gratis bagi rehabilitasi visual anak-anak pasca operasi katarak kongenital. Kacamata khusus ini sangat dibutuhkan tapi sangat mahal," kata Menteri Kesehatan Republik Indonesia 2014-2019 Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, Sp.M (K).

"Bantuan Optik Tunggal sangat membantu orang tua, yang juga ingin anak mereka tumbuh dan berkembang dengan normal. Lebih dari itu, bantuan kacamata ini memberikan kesempatan bagi anak-anak yang kurang beruntung untuk bisa berkembang dan maju seperti anak-anak lainnya,” sambungnya.

Tag Terkait