Rossa Bicara Soal Beratnya Persaingan di Industri Musik, Sampai Sempat Berniat untuk Pensiun

Rivan Yuristiawan diperbarui 24 Feb 2023, 13:24 WIB

Fimela.com, Jakarta Kemajuan teknologi belakangan turut membawa dampak positif bagi perkembangan industri musik di Indonesia. Dengan berbagai platform yang ada, banyak pendatang baru berbakat yang kemudian muncul. Rossa, sebagai salah satu 'orang lama' di dunia tarik suara pun mengutarakan pendapatnya tentang persaingan yang akhirnya terjadi.

Diakui perempuan 42 tahun itu, persaingan di industri musik belakangan ini memang cukup berat. Banyaknya pilihan untuk para penikmat musik pada akhirnya membuat mereka yang berkecimpung di dalamnya harus berpikir keras agar karyanya bisa mendapat atensi. Bahkan, ada saatnya Rossa pernah berpikir untuk pensiun dari dunia musik.

"Persaingan di industri musik itu memang sangat apa ya, keras. Kalau menurut aku keras," kata Rossa di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

"Ada perasaan, 'aku bisa bikin karya apa lagi ya?'. Aku kan udah lama, ini udah bikin itu udah bikin, itu yang ngerasa, 'apa aku berhenti aja ya'," lanjutnya kemudian.

2 dari 3 halaman

Cerita Pengalaman

Di umur 42 tahun, wajah Rossa tetap terlihat imut dan cantik. (FOTO: instagram.com/itsrossa910/)

Rossa kemudian menceritakan salah satu pengalaman yang membuatnya mengurungkan niatannya tersebut.

"Waktu itu ada film I Love You From 38.000 ft, di situ aku diminta untuk bikin soundtrack-nya. Itu kan film remaja, terus aku bingung, akhirnya aku ngomong sama Rian D'Masiv bikinin aku lagu buat soundtrack, terus dapat," tuturnya.

"Di saat yang sama, Trinity (label rekamannya) membantu aku untuk berkenalan dengan musisi dari Amerika, jadi musisi itulah yang membawakan musiknya jadi sesuatu yang fresh lagi dari aku dan belum pernah dibikinin musik dari luar negeri. Begitu lagu keluar banyak orang yang suka," lanjut Rossa.

3 dari 3 halaman

Dapat Pasar Baru

Rossa. (Ist)

Dari situ, Rossa yang semula sudah pesimis terhadap perjalanan karier bernyanyinya kembali bersemangat untuk berkarya. Tak hanya itu, pada akhirnya jangkauan pasarnya pun malah jadi meluas karena sukses merangkul pendengar-pendengar baru dari kalangan anak muda.

"Begitu album itu keluar, banyak orang yang suka. Akhirnya aku jadi termotivasi lagi malahan pendengar aku itu jadi kayak anak-anak SMP, SMA karena mungkin filmnya film remaja, yaudah. Akhirnya aku bikin album judulnya A New Chapter, Jadi bener-bener A New Chapter yang tadinya mau berhenti nyanyi tapi nggak jadi," pungkasnya.

 

Tag Terkait