Hari Perempuan Internasional: Gandeng Komunitas Disabilitas Ekpresikan Ragam Kecantikan lewat Seni Tari

Fimela Reporter diperbarui 24 Mar 2023, 22:00 WIB

Fimela.com, Jakarta International Women’s Days adalah momentum penting bagi para perempuan, memperingati perjuangan mereka dalam mencapai kesetaraan gender. Tiap tahun, tema-tema yang dipilih selalu berbeda menyesuaikan dengan isu-isu tertentu, namun tetap dengan tujuan utamanya untuk memperjuangkan pemberdayaan perempuan. Salah satu brand kecantikan lokal Indonesia, Luxcrime turut merayakan Hari Perempuan Internasional dengan meluncurkan kampanye #BeautyDiQuity. 

Beauty in Diversity & Equity atau kecantikan dalam keberagaman dan kesetaraan, mengambil tema ini dengan menggandeng beberapa komunitas dan model disabilitas. Ditujukan untuk menyuarakan pesan bahwa semua perempuan berhak merasa cantik dan percaya diri dengan penampilan mereka dalam kondisi apapun. Biarpun dengan berbagai keterbatasan dan keragaman penampilan, sudah saatnya perempuan percaya akan kekuatan dan kapabilitas yang dimilikinya.

Menuju 8 tahun berdiri, Luxcrime adalah brand makeup lokal Indonesia yang berkualitas premium dan selalu berinovatif, dengan menjadikan kampanye #BeautyDiQuity program tahunan di tiap bulan Maret untuk selalu memperingati Hari Perempuan Internasional. Kampanye ini dipraktikkan dengan melakukan kegiatan sosial bersama komunitas dan lembaga swadaya masyarakat.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Diskriminasi yang masih dirasakan perempuan

Kampanye #BeautyDiQuity Luxcrime gandeng dua komunitas disabilitas untuk mengekspresikan keberagaman kecantikan perempuan melalui seni tari. (unsplash.com/@kandrerios)

Melihat masih banyaknya diskriminasi perbedaan yang didapat oleh perempuan dalam aspek kehidupan, Luxcrime menguraikan tema kampanye tahun 2023 ini untuk menunjukkan masyarakat bahwa tiap-tiap perempuan memiliki keunikan tersendiri. 

Isu ini penting dibahas karena kecantikan perempuan itu beragam, tidak hanya bagi mereka yang berkulit putih, berbadan ramping, tinggi, ataupun wajah yang bersih dari jerawat. Terlepas dari itu semua, tiap perempuan memiliki keindahan dengan ciri khasnya masing-masing. 

Hal ini menunjukan bahwa keberagaman kecantikan tidak hanya terbatas pada penampilan fisik seseorang, melainkan juga melibatkan kreativitas, budaya, bahasa, keahlian, dan perbedaan nilai-nilai. Dengan memahami keberagaman dan kesetaraan gender, mampu mematahkan stigma terhadap standar kecantikan perempuan. Sudah saatnya mereka untuk memahami bahwa dirinya memiliki jiwa yang kuat, mereka berhak dicintai dan dihargai terlepas dari semua perbedaan. 

"Apapun latar belakang, keterbatasan yang dimiliki, perempuan itu memiliki kekuatan tersendiri. Bagi Luxcrime, where there is a woman, there is magic," ujar Ahmad Nurul Fajri, Founder Luxcrime.

3 dari 3 halaman

Bangkit bersama komunitas disabilitas

Kampanye #BeautyDiQuity Luxcrime gandeng dua komunitas disabilitas untuk mengekspresikan keberagaman kecantikan perempuan melalui seni tari. (Doc/Luxcrime)

Melalui kampanye ini, Luxcrime mengadakan program produk bundle khusus dengan harga spesial yang hanya akan tersedia mulai dari tanggal 12 Maret hingga 23 Maret saja. Kelak sebanyak 10% dari hasil penjualan produk bundle ini akan didonasikan kepada dua komunitas disabilitas di kota Yogyakarta guna membantu kehidupan mereka agar lebih baik.

Unique Project Theater, komunitas seni teater yang mewadahi kreativitas para penyandang Achondroplasia atau tubuh mini agar bisa berkarya dengan kemampuan hebat yang mereka miliki. Nalitari, komunitas seni inklusi untuk mendorong kebebasan berekspresi dan bereksplorasi melalui kreativitas seni tari. Menginspirasi masyarakat bahwa semua orang berhak untuk diakui dan diperlakukan setara.

Dengan maksud untuk memberikan pengaruh besar kepada masyarakat dengan meningkatkan awareness tentang hak-hak perempuan dan meningkatkan apresiasi peran perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Selain itu, juga untuk memberdayakan perbedaan, terutama yang mengidap disabilitas agar mendapatkan perlakuan yang adil dan setara serta diberikan kesempatan yang sama untuk mengembangkan kreativitasnya.

Puncak dari kampanye ini adalah dengan mengekspresikan isu perempuan melalui kreativitas pertunjukan seni dan aktivitas sosial pemberdayaan perempuan. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan perbedaan, dan berikan dukungan satu sama lain.

“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari giving back to society Luxcrime, serta apresiasi Luxcrime terhadap perempuan-perempuan hebat di Indonesia” tutur Fajri, Founder Luxcrime.

 

*Penulis: Balqis Dhia.

#Breaking Boundaries