5 Sikap yang Membuatmu Sulit Bahagia dalam Hidup

Endah Wijayanti diperbarui 23 Apr 2023, 12:45 WIB

Fimela.com, Jakarta “You will never be happy if you continue to search for what happiness consists of. You will never live if you are looking for the meaning of life.” (Albert Camus) Mungkin kamu pernah atau sedang merasakannya sekarang. Makin keras upayamu untuk bahagia, anehnya kadang makin sulit bagimu untuk bahagia.

Sebelum makin frustrasi dengan situasi yang kamu hadapi dalam mencarai kebahagiaan, cobalah untuk embil jeda sejenak melakukan refleksi diri. Bisa jadi penyebabmu sulit bahagia adalah karena sikapmu sendiri yang cenderung menyakiti diri sendiri, seperti sikap-sikap berikut ini.

 

 

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

1. Terlalu Pencemburu

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Opat+Suvi

Sikapmu yang terlalu pencemburu bisa menyulitkanmu untuk menemukan atau merasakan kebahagiaanmu sendiri. Cemburu dengan pencapaian orang lain, cemburu dengan kesuksesan orang lain, hingga cemburu dengan kehidupan orang lain, sikap ini bisa menghambatmu untuk mencari dan menemukan kebahagiaanmu sendiri. Rasa cemburu bisa membuatmu melewatkan hal-hal yang sebenarnya berharga dalam hidupmu sendiri.

 

 

3 dari 6 halaman

2. Terlalu Sering Membandingkan Diri

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/antonioguillem

Terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain bisa membuat kita sulit bahagia dengan kehidupan kita sendiri. Saat kamu terus merasa minder dan insecure dengan kehidupanmu yang rasanya tak ada apa-apanya dengan kehidupan orang lain, kamu hanya akan terus meratapi dan mengasihani diri sendiri. Baaimana kamu bisa bahagia jika kamu hanya sibuk membuat perbandingan yang sebenarnya tak sehat? Jadi, salah satu cara untuk bisa menghadirkan kebahagiaan, cobalah untuk lebih fokus mengupayakan hal-hal yang terbaik dalam hidup.

 

 

4 dari 6 halaman

3. Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/PRPicturesProduction

Saat kamu merasa tak berhak bahagia, maka kamu pun akan sulit merasa bahagia. Mungkin ada trauma masa lalu atau masalah yang belum usai dari kehidupanmu yang membuatmu terlalu keras pada diri sendiri. Sampai-sampai kamu tak mengizinkan dirimu sendiri untuk bisa bahagia. Sulit bagimu untuk mempersilakan kebahagiaan masuk dalam hidupmu jika kamu menutup pintu dan menghalangi kebahagiaan itu hadir dalam hidupmu.

 

 

5 dari 6 halaman

4. Terlalu Berpikiran Negatif

Kenapa merasa sepi saat sudah memiliki pasangan?/Copyright shutterstock.com

Saat semua hal yang kamu lihat tampak serba buruk dan negatif, sulit bagimu untuk bahagia. Apalagi ketika kamu baru mengalami suatu kejadian yang menurutmu tak menyenangkan, ketika kamu melihatnya hanya dari sisi buruknya maka kamu akan makin merasa terpuruk. Sikapmu yang terlalu berpandangan negaif akan segala hal bisa membuatmu tak bisa menemukan ketenangan di dalam hidup.

 

 

6 dari 6 halaman

5. Terlalu Mencemaskan Ketidakpastian

Berdamai dengan kesepian./Copyright shutterstock.com/g/wolfstudiobkk

Mengutip buku Apa yang kita Pikirkan ketika Kita Sendirian, "Ada sesuatu yang menghibur dalam ketidakpastian ini, ketika kita tidak mengetahui dengan pasti tentang realitas kehidupan, alam semesta, dan semua seluk beluknya, dan bahkan mempertanyakan jawaban yang dikemukakan orang-orang, tidak peduli seberapa meyakinkannya jawaban itu. Karena ketidakpastian ini membuat semua kemungkinan dapat dibayangkan. Tidak ada yang benar-benar hitam atau putih, tetapi semuanya merupakan bauran warna yang saling menyatu." Jadi, agar bisa bahagia dalam menghadapi ketidakpastian, kurangi sikap terlalu mencemaskannya.

Semoga ke depannya hidupmu bisa terasa lebih indah dan berwarna lagi, ya. Semoga kebahagiaan juga bisa selalu menyertai perjalanan hidupmu.