5 Tantangan yang Dihadapi saat Suami Istri Sama-Sama Bekerja

Endah Wijayanti diperbarui 08 Mei 2023, 10:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Setelah menikah, prioritas hidup akan banyak yang berubah. Peran baru yang dijalani akan menghadirkan tanggung jawab yang berbeda. Selain itu, pilihan-pilihan baru juga akan hadir dalam kehidupan rumah tangga.

Termasuk pilihan soal bekerja setelah menikah. Bagi Sahabat Fimela yang memilih untuk tetap bekerja setelah menikah pastinya punya pertimbangan sendiri. Ketika kamu sebagai istri dan pasanganmu sebagai suami sama-sama punya kesibukan bekerja sendiri-sendiri, ada tantangan-tantangan baru yang akan kamu hadapi. Tantangan ini perlu diketahui dan diatasi dengan baik agar pernikahan bisa tetap harmonis.

 

 

2 dari 6 halaman

1. Stres yang Bertambah

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Kmpzzz

Mengutip buku Beyond Mars and Venus, "Penyebab yang lebih tradisional dari perceraian, misalnya masalah ekonomi, perselingkuhan, kecanduan obat, atau penganiayaan fisik, memang masih ada, tapi kini perceraian lebih disebabkan oleh meningkatnya ketidakpuasan emosional yang diperkuat oleh peningkatan stres." Kesibukan bekerja bisa menghadirkan stres dan tekanan sendiri. Di sini, kamu perlu mempersiapkan diri dengan memiliki mekanisme pertahanan atau metode yang bisa kamu terapkan dalam meredakan stres. Bisa juga diobrolkan dengan pasangan soal cara-cara yang bisa diupayakan bersama agar stres dalam urusan pekerjaan tak mengganggu keharmonisan rumah tangga.

 

 

3 dari 6 halaman

2. Keterbukaan soal Finansial

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/whyframe

Kamu dan suami sama-sama punya penghasilan sendiri. Di sini, kalian berdua perlu benar-benar terbuka soal penghasilan atau pendapatan masing-masing. Sebisa mungkin tidak menyembunyikan jumlah atau nominal gaji yang didapatkan. Tujuannya agar bisa mengatur finansial dengan lebih bijak dan mencegah terjadinya kesenjangan.

 

 

4 dari 6 halaman

3. Pengalokasian Waktu

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/prostock_studio

Waktu yang dihabiskan untuk bekerja mungkin lebih banyak daripada waktu yang dihabiskan untuk bisa berkumpul dengan keluarga. Bahkan mungkin karena kesibukan, kamu dan suami mulai kesulitan menjadwalkan waktu untuk berkencan atau waktu untuk mengunjungi keluarga. Di sini, perlu ada sikap yang lebih bijak dalam mengatur waktu. Penting untuk saling terbuka soal kesibukan masing-masing agar bisa mengatur waktu lebih baik lagi.

 

 

5 dari 6 halaman

4. Sulit Memiliki Ruang Pribadi

ilustrasi pasangan bertengkar/maruco/Shutterstock

Kesibukan bekerja menguras banyak energi dan waktumu. Prioritas mengatur urusan rumah tangga dan pekerjaan bisa membuatmu tak lagi memiliki ruang pribadi. Bahkan pasanganmu pun bisa merasa tertekan dengan semua kesibukannya. Di sini, kamu dan pasangan bisa coba untuk lebih terbuka dalam hal mempersilakan diri masing-masing untuk memiliki ruang pribadi atau menikmati waktu rehat dengan tenang.

 

 

6 dari 6 halaman

5. Perkara Berbagi Peran yang Lebih Berat

Ilustrasi pasangan bertengkar/copyrightshutterstock/metamorworks

Sama-sama sibuk bekerja bisa membuatmu kesulitan untuk mengurus urusan rumah tangga. Di sini kamu dan pasangan perlu berbicara dengan lebih jujur soal berbagi peran. Bukan berarti akan memberatkan salah satu pihak, tetapi membangun kerja sama yang lebih kompak agar semua kebutuhan bisa terpenuhi dengan baik serta semua urusan bisa diselesaikan dengan efisien.

Kalau Sahabat Fimela sendiri apakah punya pengalaman yang sama juga sebagai pasangan yang sama-sama bekerja setelah menikah? Kira-kira tantangan terberat apa yang pernah dihadapi atau dialami?