Fimela.com, Jakarta Milia adalah benjolan kecil berwarna putih yang sering muncul di wajah, terutama di area seperti hidung, pipi, atau dagu. Meskipun tidak berbahaya, kehadirannya bisa mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Milia terjadi ketika keratin, protein yang melindungi kulit terperangkap di bawah permukaan kulit, membentuk kista kecil.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terbentuknya milia ialah penggunaan Produk Kulit yang berat, krim atau salep yang terlalu berat dapat menyebabkan milia sekunder, terutama jika produk tersebut menyebabkan pori-pori tersumbat, paparan sinar matahari berlebihan, dan tindakan seperti dermabrasi atau laser resurfacing dapat menyebabkan milia sebagai efek samping selama proses penyembuhan.
Jika kamu ingin mengurangi atau mencegah milia, berikut beberapa langkah yang dapat diambil. Apa saja? Yuk, intip!
1. Pembersihan Wajah Rutin
Cuci wajah dua kali sehari dengan pembersih yang lembut untuk menghilangkan kotoran dan minyak berlebih tanpa menyebabkan iritasi.
2. Eksfoliasi Teratur
Menggunakan eksfolian ringan dapat membantu mengangkat sel-sel kulit mati dan mencegah penumpukan keratin. Namun, hindari eksfoliasi berlebihan yang dapat menyebabkan iritasi.
3. Pilih Produk Non-Komedogenik
Gunakan produk perawatan kulit dan kosmetik yang tidak menyumbat pori-pori untuk mencegah terbentuknya milia.
4. Lindungi Kulit dari Sinar Matahari
Gunakan tabir surya dengan SPF yang sesuai untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV, yang dapat memicu milia.
5. Hindari Memencet Milia
Mencoba memencet atau menghilangkan milia sendiri dapat menyebabkan iritasi atau infeksi. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit untuk penanganan yang tepat.
6 Pertimbangkan Perawatan Medis
Jika milia tidak kunjung hilang atau semakin mengganggu, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan profesional medis. Beberapa prosedur yang mungkin direkomendasikan meliputi ekstraksi oleh dokter kulit, laser ablasi, hingga krioterapi.