Rahasia di Balik Cerita Sebelum Tidur, Menumbuhkan Rasa Aman pada Anak

Nazwa Putri KurniawanDiterbitkan 25 Januari 2026, 22:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Sering kali orangtua menganggap obrolan sebelum tidur hanyalah percakapan ringan untuk menenangkan anak menjelang lelap. Padahal, rutinitas sederhana ini menyimpan manfaat besar bagi perkembangan emosional mereka. Saat orangtua berbagi cerita dari hati ke hati, anak tidak hanya merasa didengarkan, tetapi juga mendapatkan ketenangan yang menumbuhkan rasa aman. Suara lembut, tatapan penuh kasih, dan perhatian tulus yang hadir di momen ini membuat anak merasa benar-benar dicintai dan dihargai.

Lebih dari sekadar obrolan singkat, momen bercerita sebelum tidur menjadi jembatan komunikasi yang mempererat ikatan antara anak dan orangtua. Melalui kisah-kisah personal atau pengalaman sehari-hari, anak belajar mengenali emosi, memahami nilai kehidupan, sekaligus membangun keterbukaan tanpa rasa tertekan. Berdasarkan sumber dari pennilessparenting.com, percakapan sederhana ini tidak hanya menstimulasi cara berpikir, tetapi juga memperkuat hubungan emosional yang sulit tergantikan oleh aktivitas lain. Dengan konsistensi, anak akan merasakan kepastian bahwa setiap malam ada ruang aman bagi mereka untuk berbagi dan dimengerti.

Yang paling penting, obrolan dari hati ke hati ini menumbuhkan rasa aman dalam diri anak. Saat merasa terlindungi, mereka tumbuh lebih percaya diri untuk mengeksplorasi dunia, mencoba hal baru, dan menghadapi tantangan tanpa rasa cemas berlebihan. Rasa aman tersebut menjadi fondasi kuat bagi perkembangan psikologis, pembentukan karakter yang seimbang, serta daya tahan menghadapi berbagai situasi. Karena itu, percakapan sederhana menjelang tidur sebenarnya merupakan langkah kecil dengan dampak luar biasa bagi masa depan anak.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Menumbuhkan rasa aman dan kedekatan

Momen bercerita sebelum tidur menciptakan rasa nyaman, membuat anak merasa dicintai, diperhatikan, dan terlindungi. Hal ini memperkuat ikatan emosional antara anak dan orang tua. (Foto: ddimitrova/Pixabay)

Obrolan singkat sebelum tidur bukan sekadar rutinitas untuk menutup hari, melainkan momen berharga yang mampu menumbuhkan rasa aman sekaligus mempererat ikatan antara anak dan orangtua. Ketika orangtua menyempatkan diri berbagi cerita dari hati ke hati, anak merasakan kehadiran yang penuh kasih dan perhatian. Suara yang menenangkan, sentuhan hangat, serta tatapan tulus menghadirkan perasaan diterima tanpa syarat. Dari kebiasaan sederhana ini, anak memahami bahwa selalu ada ruang aman bagi mereka untuk berbicara, didengar, dan dipahami. Rasa aman tersebut menjadi dasar penting lahirnya kepercayaan, baik kepada orang tua maupun kepada diri sendiri, sekaligus menguatkan kedekatan emosional yang akan terus melekat hingga mereka dewasa. 

3 dari 5 halaman

Membantu regulasi emosi

Obrolan hangat sebelum tidur menenangkan pikiran anak, mengurangi kecemasan, dan membantu mereka tidur lebih nyenyak. Anak juga belajar mengekspresikan perasaan dengan lebih sehat. (Foto:JillWellington/Pixabay)

Percakapan hangat sebelum tidur memiliki peran besar dalam membantu anak belajar mengelola emosinya dengan lebih sehat. Melalui momen berbagi dari hati ke hati, anak diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman, perasaan, hingga kekhawatiran yang mereka alami sepanjang hari. Ketika orangtua mendengarkan dengan penuh empati tanpa menghakimi, anak memahami bahwa setiap emosi baik bahagia, sedih, maupun marah adalah wajar untuk dirasakan dan diungkapkan. Obrolan ini juga membantu mereka meredakan ketegangan, menenangkan pikiran, serta mempersiapkan tubuh untuk tidur lebih nyenyak. Dengan membiasakan rutinitas sederhana ini, anak perlahan terlatih mengenali, memahami, sekaligus mengekspresikan emosinya dengan cara yang sehat, sehingga keterampilan regulasi emosi mereka semakin kuat dan bermanfaat hingga dewasa.

4 dari 5 halaman

Membentuk nilai dan karakter

Melalui cerita, anak dapat mengenal nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, empati, keberanian, dan kerja sama. Hal ini membantu membentuk karakter sejak dini. (Foto: skalekar1992/Pixabay)

Percakapan dari hati ke hati sebelum tidur dapat menjadi cara efektif bagi orangtua untuk menanamkan nilai sekaligus membentuk karakter anak sejak usia dini. Melalui kisah sederhana, pengalaman sehari-hari, atau renungan ringan, anak belajar memahami arti kejujuran, tanggung jawab, empati, hingga keberanian menghadapi tantangan. Penyampaian yang hangat dan tidak menggurui membuat nilai-nilai tersebut lebih mudah diterima serta dipahami anak. Dengan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, momen ini membantu menumbuhkan prinsip moral yang kokoh, membiasakan perilaku positif, dan meletakkan dasar karakter yang kuat sebuah bekal penting yang akan mendukung mereka hingga dewasa kelak.

5 dari 5 halaman

Membangun kebiasaan tidur yang sehat

Rutinitas bercerita sebelum tidur memberi sinyal pada tubuh bahwa waktu istirahat telah tiba, sehingga anak lebih disiplin dengan pola tidur. (Foto: ddimitrova/Pixabay)

Menjadikan obrolan dari hati ke hati sebagai rutinitas sebelum tidur tidak hanya mempererat ikatan emosional, tetapi juga membantu anak membentuk pola tidur yang sehat. Kebiasaan ini memberi isyarat alami bahwa waktu istirahat telah tiba, sehingga tubuh dan pikiran anak lebih mudah beralih ke kondisi rileks. Selain menenangkan, rutinitas yang konsisten memberikan rasa keteraturan yang penting dalam keseharian anak. Ketika pola tidur sehat sudah terbentuk sejak dini, anak akan lebih mudah memperoleh kualitas tidur yang baik, bangun dengan perasaan segar, dan memiliki energi positif untuk menjalani hari. Dengan begitu, percakapan sederhana menjelang tidur bukan hanya menghangatkan hubungan, tetapi juga menjadi fondasi disiplin tidur yang bermanfaat untuk jangka panjang.