Sukses

FimelaMom

9 Tips Bicara dan Mengungkapkan Emosi pada Anak Usia 3-8 Tahun dengan Tepat

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, setiap interaksi yang kita lakukan dengan anak sebenarnya adalah bentuk komunikasi. Bukan hanya soal kata-kata yang diucapkan, tetapi juga nada suara, ekspresi wajah, tatapan mata, hingga pelukan hangat yang diberikan. Semua itu menyampaikan pesan yang kuat kepada anak.

Dilansir dari Unicef, cara orang tua berkomunikasi dengan anak, terutama di usia 3-8 tahun, sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosi mereka. Di fase ini, anak sedang belajar mengenali perasaan, mengekspresikannya, sekaligus memahami bagaimana membangun hubungan dengan orang lain. Karena itu, memahami tips bicara dan mengungkapkan emosi pada anak usia 3–8 tahun dengan tepat menjadi langkah penting dalam pola asuh sehari-hari.

Secara umum, komunikasi terbagi menjadi dua bentuk, yaitu verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, seperti nada dan intonasi suara, pilihan kata yang diucapkan, bahasa atau dialek yang mudah dipahami anak.

Sementara itu, komunikasi nonverbal mencakup bahasa tubuh yang sering kali dilakukan tanpa disadari, seperti ekspresi wajah, kontak mata, jarak fisik, gerakan tangan, dan sentuhan fisik seperti pelukan. Keduanya sama-sama penting dan saling melengkapi dalam membangun hubungan emosional yang aman antara orang tua dan anak.

 

 

9 Tips Bicara dan Mengungkapkan Emosi pada Anak Usia 3–8 Tahun dengan Tepat

1. Dengarkan Anak Secara Aktif

Mendengarkan dengan penuh perhatian membuat anak merasa dihargai dan dipahami. Tunjukkan ketertarikan melalui senyuman, anggukan, serta posisi tubuh yang sejajar dengan anak. Mengajukan pertanyaan sederhana seperti “kenapa?”, “lalu apa yang terjadi?”, atau “bagaimana perasaanmu?” juga membantu anak belajar menyusun cerita dan mengekspresikan pikirannya.

2. Terapkan Reflective Listening

Cobalah menjadi “cermin” bagi anak dengan mengulang apa yang mereka katakan menggunakan kata lain. Misalnya, saat anak berkata bahwa ia tidak ingin bermain dengan salah satu temannya, kamu sebagai orangtua bisa merespons, “Kamu sedang kesal dengan temanmu, ya?” Cara ini memberi ruang bagi anak untuk melanjutkan ceritanya tanpa merasa dihakimi.

3. Gunakan Bahasa yang Jelas dan Lembut

Sesuaikan bahasa dengan usia anak. Gunakan kalimat sederhana, jelas, dan hindari kata-kata kasar atau merendahkan. Bahasa yang lembut membantu anak merasa aman dan dicintai.

4. Hindari Memberi Suap atau Imbalan Berlebihan

Memberi hadiah untuk perilaku dasar mungkin terlihat efektif dalam jangka pendek, tetapi bisa menghambat pembentukan batasan yang sehat. Lebih baik tetapkan ekspektasi yang jelas, beri pujian saat anak berperilaku baik, dan terapkan konsekuensi dengan tenang jika diperlukan.

 

 

 

5. Bantu Anak Menamai Perasaannya

Salah satu kunci kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali emosi. Saat anak marah, sedih, atau senang, bantu mereka memberi nama pada perasaan tersebut. Misalnya, “Kamu terlihat kecewa,” atau “Sepertinya kamu sangat senang hari ini.” Dengan begitu, anak belajar bahwa semua emosi valid dan boleh diungkapkan.

6. Gunakan Kalimat ‘Noticing’

Alih-alih hanya berkata “pintar” atau “bagus,” cobalah memuji dengan spesifik. Contohnya, “Ibu lihat kamu membereskan mainan sendiri setelah bermain.” Pujian seperti ini membantu anak memahami perilaku positif yang diharapkan.

7. Luangkan Waktu untuk Bersenang-senang Bersama

Di tengah kesibukan, jangan lupa menikmati momen ringan bersama anak. Mengobrol tentang hal yang mereka sukai, tertawa bersama, dan bercanda dengan hangat dapat mempererat ikatan emosional. Ingat, tertawalah bersama anak, bukan menertawakan anak.

8. Fokus pada Perilaku, Bukan Pribadi Anak

Saat menegur, arahkan kritik pada perilaku, bukan karakter anak. Misalnya, ganti kalimat “Kamu berantakan” menjadi “Ibu tidak suka jika baju ditinggal di lantai.” Cara ini menjaga harga diri anak tetap utuh.

9. Beri Contoh Lewat Tindakan

Anak belajar paling banyak dari apa yang mereka lihat. Cara orang tua mengelola emosi, berbicara dengan orang lain, dan menepati janji akan menjadi contoh nyata bagi anak dalam berkomunikasi dan bersikap.

 

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading