Fimela.com, Jakarta Salicylic acid merupakan salah satu bahan aktif yang paling populer dalam dunia perawatan kulit, terutama bagi pemilik kulit berminyak dan berjerawat. Termasuk dalam kelompok beta hydroxy acid (BHA), salicylic acid mampu menembus ke dalam pori-pori untuk membersihkan tumpukan sel kulit mati, minyak berlebih, dan kotoran yang menjadi penyebab utama munculnya jerawat serta komedo.
Kandungan ini bekerja dengan cara mengeksfoliasi permukaan kulit sekaligus membersihkan bagian dalam pori, sehingga kulit terlihat lebih halus dan bebas dari penyumbatan. Namun, tidak semua orang langsung cocok saat mulai menggunakan salicylic acid. Sebagian mengalami kemerahan, kulit terasa perih, bahkan timbul jerawat baru. Kondisi ini sering kali bukan karena bahan tersebut berbahaya, tetapi akibat kesalahan dalam cara pemakaian. Kesalahan-kesalahan kecil seperti penggunaan terlalu sering atau pemilihan kadar yang tidak sesuai bisa membuat kulit kehilangan keseimbangannya.
Agar manfaat salicylic acid dapat dirasakan maksimal tanpa efek samping, penting untuk memahami cara penggunaannya dengan benar. Dilansir dari White Rabbit Social, berikut lima kesalahan umum yang sering dilakukan dalam penggunaan salicylic acid dan cara mengatasinya.
1. Menggunakan Terlalu Sering
Banyak orang mengira semakin sering memakai salicylic acid, hasilnya akan semakin cepat terlihat. Padahal, bahan ini memiliki kekuatan eksfoliasi tinggi yang dapat mengikis lapisan pelindung alami kulit jika digunakan berlebihan. Akibatnya, kulit menjadi kering, perih, bahkan memproduksi lebih banyak minyak untuk menggantikan kelembapan yang hilang. Hal ini justru bisa memicu jerawat baru.
Tips: Jika baru mulai menggunakan salicylic acid, cukup aplikasikan 1–2 kali seminggu. Setelah kulit beradaptasi dan tidak menunjukkan tanda-tanda iritasi, frekuensinya bisa ditingkatkan menjadi 2–3 kali seminggu.
2. Menggunakan Konsentrasi Terlalu Tinggi
Salicylic acid dijual dalam berbagai konsentrasi, biasanya antara 0,5% hingga 2%. Penggunaan kadar yang terlalu tinggi pada kulit sensitif atau bagi pemula bisa menyebabkan rasa perih, kemerahan, atau bahkan pengelupasan berlebih.
Tips: Untuk pemula atau kulit sensitif, pilih produk dengan kadar 0,5%–1%. Bagi kulit berminyak dan berjerawat yang sudah terbiasa, kadar 2% dapat digunakan, namun tetap dengan pengawasan dan tidak setiap hari. Ingat, kadar tinggi tidak selalu berarti hasil lebih cepat.
3. Mencampur dengan Terlalu Banyak Bahan Aktif
Kesalahan umum lainnya adalah mencampur salicylic acid dengan bahan aktif lain seperti retinol, vitamin C, atau benzoyl peroxide dalam satu rutinitas. Padahal, kombinasi bahan-bahan ini dapat membuat kulit kaget dan kehilangan keseimbangannya. Akibatnya, muncul iritasi, kemerahan, hingga peradangan.
Tips: Fokus pada satu bahan aktif utama dalam satu waktu. Misalnya, gunakan salicylic acid di malam hari, dan vitamin C di pagi hari. Jika ingin mengombinasikan beberapa bahan aktif dalam satu rutinitas, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kulit.
4. Tidak Menggunakan Pelembap Setelahnya
Salicylic acid memiliki efek mengeringkan karena bekerja membersihkan minyak dan kotoran dari kulit. Jika tidak diimbangi dengan pelembap, kulit dapat terasa tertarik, kaku, bahkan mengelupas. Hal ini bisa memperburuk kondisi kulit dan menghambat proses pemulihan.
Tips: Gunakan pelembap non-komedogenik (tidak menyumbat pori-pori) setelah pemakaian salicylic acid. Pilih pelembap dengan kandungan seperti ceramide, hyaluronic acid, atau glycerin untuk membantu menjaga kelembapan alami kulit dan memperkuat skin barrier.
5. Lupa Menggunakan Sunscreen
Satu hal yang sering diabaikan adalah penggunaan sunscreen setelah memakai salicylic acid. Karena bersifat eksfoliatif, kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Tanpa perlindungan, risiko munculnya flek hitam, kulit terbakar, dan penuaan dini akan meningkat.
Tips: Gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 setiap pagi, bahkan ketika tidak beraktivitas di luar ruangan. Untuk perlindungan maksimal, pilih sunscreen dengan label broad spectrum yang dapat melindungi dari sinar UVA dan UVB.
Cara Aman Menggunakan Salicylic Acid
Untuk mendapatkan hasil terbaik tanpa efek samping, perhatikan beberapa hal berikut:
- Gunakan salicylic acid hanya pada kulit yang sudah bersih dan kering.
- Hindari area sensitif seperti sekitar mata dan bibir.
- Jika muncul tanda iritasi seperti perih atau kemerahan, hentikan pemakaian sementara.
- Selalu kombinasikan dengan produk yang melembapkan dan melindungi kulit dari sinar matahari.
Penulis: Siti Nur Arisha