Menguak Mitos: Apakah Posisi Duduk 'W' Aman untuk Anak-Anak? Ini Kata Ahli

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 09 Desember 2025, 16:52 WIB

ringkasan

  • Posisi duduk 'W' adalah saat anak duduk dengan bokong di antara kaki dan lutut ditekuk, membentuk huruf 'W' dari atas, sering diadopsi karena stabilitas dan kenyamanan.
  • Penelitian terbaru menunjukkan bahwa posisi 'W' sesekali umumnya aman bagi anak sehat tanpa masalah ortopedi, bahkan bisa nyaman bagi anak dengan *femoral anteversion*.
  • Namun, terapis menyarankan variasi posisi karena duduk 'W' berlebihan dapat menghambat kekuatan otot inti, koordinasi motorik, dan berpotensi menyebabkan kekakuan otot atau menjadi indikasi masalah mendasar.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, melihat si kecil asyik bermain di lantai dengan berbagai posisi duduk memang menggemaskan. Namun, pernahkah Anda memperhatikan anak duduk dengan posisi kaki membentuk huruf 'W'? Posisi ini, dikenal sebagai 'W' sitting, seringkali membuat orang tua bertanya-tanya tentang keamanannya.

Posisi duduk 'W' terjadi ketika bokong anak berada di antara kedua kaki, lutut ditekuk, dan kaki terentang ke samping, menyerupai huruf 'W' jika dilihat dari atas. Posisi ini memberikan dasar penyangga yang luas, membuat anak merasa lebih stabil saat bermain atau berinteraksi tanpa perlu banyak mengaktifkan otot inti.

Banyak anak mengadopsi posisi ini karena kenyamanan, terutama jika mereka memiliki kondisi *femoral anteversion* di mana tulang paha sedikit berputar ke dalam. Lantas, apakah posisi duduk 'W' ini aman atau justru menyimpan potensi risiko bagi tumbuh kembang anak? Mari kita selami lebih dalam.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Mengenal Lebih Dekat Posisi Duduk 'W' pada Anak

Posisi duduk 'W' adalah pola duduk di lantai yang umum diamati pada anak-anak, terutama di usia prasekolah. Dalam posisi ini, anak duduk dengan lutut ditekuk, kaki terentang ke samping, dan bokong berada di antara tumit. | Unsplash - troy

Posisi duduk 'W' adalah pola duduk di lantai yang umum diamati pada anak-anak, terutama di usia prasekolah. Dalam posisi ini, anak duduk dengan lutut ditekuk, kaki terentang ke samping, dan bokong berada di antara tumit. Sekilas, posisi ini memang terlihat nyaman dan stabil bagi si kecil.

Ada beberapa alasan utama mengapa anak-anak cenderung mengadopsi posisi duduk ini. Pertama, stabilitas yang ditawarkan sangat tinggi, memungkinkan mereka fokus pada aktivitas bermain tanpa khawatir kehilangan keseimbangan. Kedua, bagi sebagian anak, posisi ini lebih nyaman karena kondisi anatomis seperti *femoral anteversion* yang membuat rotasi internal pinggul lebih mudah.

Selain itu, posisi 'W' juga bisa menjadi kebiasaan yang terbentuk seiring waktu. Penting untuk diingat bahwa posisi ini sering muncul secara alami sekitar usia 3 tahun dan biasanya akan berkurang seiring pertumbuhan dan perkembangan motorik anak.

3 dari 5 halaman

Perspektif Ahli: Kapan Posisi Duduk 'W' Dianggap Aman?

Banyak penelitian terbaru dan ahli ortopedi anak menunjukkan bahwa posisi duduk 'W' sesekali umumnya tidak berbahaya bagi anak-anak yang sehat. Sebuah studi tahun 2020 bahkan menemukan tidak ada perbedaan signifikan dalam tingkat displasia pinggul antara anak yang duduk 'W' dan yang tidak.

Para ahli dari International Hip Dysplasia Institute juga menyatakan bahwa *femoral anteversion* yang meningkat, kondisi yang sering membuat posisi 'W' terasa nyaman, tidak menyebabkan dislokasi atau merusak soket pinggul. Jika anak Sahabat Fimela tidak memiliki masalah ortopedi yang sudah ada sebelumnya, posisi 'W' sesekali bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan.

Beberapa pandangan bahkan menyebutkan bahwa kekhawatiran berlebihan terhadap posisi 'W' adalah mitos yang berkembang tanpa dasar ilmiah yang kuat. Selama anak dapat dengan mudah beralih ke posisi duduk lainnya dan tidak mengeluhkan rasa sakit, posisi ini dianggap sebagai bagian dari eksplorasi gerakan normal anak.

4 dari 5 halaman

Potensi Kekhawatiran: Kapan Harus Waspada?

Meskipun demikian, Sahabat Fimela perlu memahami bahwa beberapa terapis fisik dan okupasi anak masih menyarankan kehati-hatian. Posisi duduk 'W' yang berlebihan atau menjadi satu-satunya posisi duduk anak dapat menimbulkan beberapa potensi kekhawatiran. Salah satunya adalah kurangnya aktivasi otot inti, yang penting untuk keseimbangan dan koordinasi.

Posisi ini juga dapat membatasi gerakan melintasi garis tengah tubuh dan rotasi batang tubuh, keterampilan yang krusial untuk perkembangan motorik halus dan kasar. Tekanan yang tidak biasa pada pinggul, lutut, dan pergelangan kaki juga bisa terjadi, berpotensi menyebabkan pemendekan otot paha belakang dan rotator pinggul jika dilakukan terus-menerus.

Lebih lanjut, posisi 'W' yang persisten bisa menjadi indikasi adanya kelemahan otot, kelenturan sendi berlebihan ( joint laxity), atau kondisi ortopedi yang mendasari. Jika anak sudah didiagnosis dengan displasia pinggul, posisi ini harus dihindari karena berisiko meningkatkan dislokasi. Oleh karena itu, observasi dan variasi posisi sangat dianjurkan.

5 dari 5 halaman

Panduan Praktis untuk Orang Tua Sahabat Fimela

Jika anak Anda sesekali duduk dalam posisi 'W' dan dapat dengan mudah beralih ke posisi lain, biasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kuncinya adalah mendorong anak untuk menggunakan berbagai posisi duduk. Variasi posisi seperti duduk bersila (criss-cross applesauce), duduk lurus dengan kaki terentang, atau duduk menyamping sangat dianjurkan untuk mendukung perkembangan otot dan sendi yang seimbang.

Namun, ada beberapa situasi di mana Sahabat Fimela sebaiknya berkonsultasi dengan profesional. Jika posisi duduk 'W' adalah satu-satunya posisi yang digunakan anak Anda saat duduk di lantai, atau jika anak kesulitan mengubah posisi duduknya, ini bisa menjadi tanda peringatan. Kekhawatiran tentang cara berjalan anak, kekuatan otot, atau keterampilan motorik mereka juga menjadi alasan untuk mencari evaluasi lebih lanjut.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau terapis fisik anak jika Anda memiliki kekhawatiran. Mereka dapat memberikan penilaian yang tepat dan rekomendasi penanganan jika diperlukan, memastikan tumbuh kembang si kecil berjalan optimal.