Postur Membungkuk Saat Kerja? Atasi dengan Straight Neck Exercise yang Mudah Dilakukan

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 20 Januari 2026, 08:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, duduk terlalu lama di depan laptop sambil menatap layar tanpa disadari bisa memicu berbagai keluhan, salah satunya nyeri leher. Kondisi ini umum dialami pekerja kantoran akibat postur tubuh yang kurang tepat dan minimnya pergerakan. Kabar baiknya, keluhan tersebut bisa dicegah dan dikurangi dengan rutin melakukan straight neck exercise yang sederhana namun efektif.

Nyeri leher sering muncul karena kebiasaan menunduk, bahu membungkuk, dan posisi kepala yang terlalu maju saat bekerja. Jika dibiarkan, kondisi ini bukan hanya menurunkan kenyamanan, tetapi juga produktivitas. Dengan memasukkan straight neck exercise ke dalam rutinitas harian, leher dapat terasa lebih rileks dan postur tubuh pun membaik.

Manfaat Straight Neck Exercise untuk Pekerja Kantoran

Melakukan latihan leher secara rutin memberikan banyak manfaat, terutama bagi Sahabat Fimela yang bekerja dibalik meja sepanjang hari.

Membantu Memperbaiki Postur Tubuh

Straight neck exercise membantu menguatkan otot-otot penyangga leher dan bahu sehingga posisi kepala lebih sejajar dengan tubuh. Postur yang baik dapat mengurangi tekanan berlebih pada leher.

Mengurangi Ketegangan Otot

Latihan ini mampu melepaskan ketegangan yang menumpuk di area leher dan bahu akibat duduk terlalu lama atau stres kerja.

Meningkatkan Fleksibilitas Leher

Gerakan peregangan leher membantu memperluas jangkauan gerak sendi sehingga leher tidak mudah kaku dan lebih nyaman digerakkan.

Membantu Meredakan Stres

Melakukan straight neck exercise di sela-sela jam kerja dapat memberikan efek relaksasi dan membantu menenangkan pikiran.

 

 

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

5 Straight Neck Exercise yang Mudah Dilakukan di Kantor

Simak, latihan dibawah ini untuk mengurangi nyeri leher, ya Sahabat Fimela! [Dok/freepik.com]

Sahabat Fimela bisa melakukan latihan berikut tanpa perlu alat khusus. Namun, pastikan gerakan dilakukan dengan perlahan dan nyaman.

1. Chin Tuck

Duduk tegak dengan bahu rileks. Tarik dagu ke arah dalam seolah membuat “dagu ganda”. Tahan 10–15 detik, lalu lepaskan. Lalu, ulangilah sebanyak 5-10 kali. 

2. Side Neck Stretch

Miringkan kepala ke satu sisi hingga terasa regangan di sisi leher. Tahan 15-20 detik, lalu ganti sisi. Lakukan 2-3 kali di setiap sisi.

3. Neck Rotation

Putar kepala perlahan ke kanan sejauh yang nyaman, tahan 10–15 detik, lalu kembali ke tengah. Ulangi ke sisi kiri. Lakukan 5–10 kali.

4. Shoulder Shrugs

Angkat bahu ke arah telinga, tahan beberapa detik, lalu turunkan perlahan. Ulangi 10–15 kali untuk membantu meredakan ketegangan.

5. Upper Trapezius Stretch

Miringkan kepala ke satu sisi, lalu bantu dengan tangan untuk menarik kepala secara lembut ke arah bahu. Tahan 15–20 detik, lalu ganti sisi.

 

 

3 dari 3 halaman

Mengapa Pekerja Kantoran Rentan Mengalami Nyeri Leher?

Sahabat Fimela, ternyata kebiasaan dibawah ini yang membuat banyak pekerja kantoran menjadi sering terkena nyeri lehet, lho. [Dok/freepik.com/8photo]

Pekerja kantoran menjadi salah satu kelompok yang paling rentan mengalami nyeri leher akibat pola kerja yang cenderung minim pergerakan dan sangat bergantung pada perangkat digital. Duduk berjam-jam di depan komputer tanpa dukungan ergonomis yang tepat, ditambah kurangnya kesadaran terhadap postur tubuh, dapat memicu ketegangan kronis pada area leher dan tulang belakang.

Selain itu, kebiasaan duduk dalam waktu lama dapat menyebabkan kelelahan otot serta memberi tekanan berlebih pada tulang belakang, terutama jika posisi leher tidak sejajar dengan tubuh. Saat kepala condong ke depan, beban yang ditanggung tulang leher meningkat drastis. Akibatnya, otot leher harus bekerja lebih keras untuk menopang kepala, yang lama-kelamaan bisa memicu nyeri dan ketidaknyamanan.

Penggunaan smartphone, tablet, dan laptop juga berkontribusi besar terhadap munculnya tech neck. Perangkat-perangkat ini umumnya digunakan dengan posisi layar yang lebih rendah dari pandangan mata, sehingga pengguna terbiasa menundukkan kepala. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat memperparah ketegangan pada leher dan berpotensi menimbulkan masalah jangka panjang bila tidak segera diperbaiki.