Kenapa Anak Susah Tidur di Malam Hari? Ini Penyebab Umumnya

Anisya FandiniDiterbitkan 15 Januari 2026, 10:45 WIB

Fimela.com, Jakarta - Banyak orang tua merasa khawatir ketika anak sulit tidur di malam hari. Padahal, waktu tidur yang cukup sangat penting bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun emosional. Anak yang kurang tidur cenderung mudah rewel, sulit fokus, dan kurang bersemangat menjalani aktivitas keesokan harinya.

Masalah anak susah tidur di malam hari bisa terjadi pada berbagai usia, mulai dari bayi hingga anak sekolah. Penyebabnya pun beragam, tidak selalu karena anak tidak mengantuk. Kebiasaan sehari-hari, kondisi emosional, hingga lingkungan sekitar bisa memengaruhi kualitas tidur anak.

Untuk mengatasinya dengan tepat, orang tua perlu memahami penyebab umum yang membuat anak sulit tidur di malam hari. Berikut beberapa faktor yang paling sering terjadi.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

1. Jadwal Tidur yang Tidak Teratur

tidur siang yang berantakan bisa menimbulkan masalah pada pola makan anak. credits: pexels/vika

Salah satu penyebab utama anak susah tidur adalah jadwal tidur yang tidak konsisten. Anak yang tidur dan bangun di jam berbeda setiap hari akan kesulitan menyesuaikan ritme tubuhnya. Akibatnya, meski sudah larut malam, anak tetap merasa segar dan sulit terlelap.

Kebiasaan tidur yang tidak teratur juga membuat tubuh anak bingung membedakan waktu istirahat dan waktu beraktivitas. Hal ini dapat berdampak pada kualitas tidur dalam jangka panjang.

3 dari 5 halaman

2. Terlalu Banyak Aktivitas atau Stimulasi Sebelum Tidur

Daripada berkata, “Jangan ambil HP Mama!”, ubah menjadi “HP bukan mainan, tapi kamu bisa main dengan ini, ya.” (foto/dok: freepik)

Anak yang terlalu aktif bermain, menonton televisi, atau menggunakan gawai menjelang waktu tidur cenderung sulit menenangkan diri. Cahaya layar dari televisi atau ponsel dapat menghambat produksi hormon melatonin yang membantu tubuh merasa mengantuk.

Selain itu, aktivitas yang terlalu merangsang emosi, seperti bermain game atau menonton tayangan yang menegangkan, dapat membuat otak anak tetap aktif meski tubuhnya sudah lelah.

4 dari 5 halaman

3. Rutinitas Sebelum Tidur yang Kurang Konsisten

Ilustrasi seorang anak kekurangan tidur karena main game. (Sumber foto: Pexels.com)

Rutinitas sebelum tidur membantu anak mengenali sinyal bahwa waktunya beristirahat. Tanpa rutinitas yang jelas, anak bisa merasa bingung dan sulit beralih dari aktivitas bermain ke waktu tidur.

Rutinitas sederhana seperti mandi air hangat, membaca buku cerita, atau mendengarkan dongeng dapat membantu anak merasa lebih rileks dan siap untuk tidur.

5 dari 5 halaman

5. Lingkungan Tidur yang Kurang Nyaman

tips menidurkan anak dengan cepat./copyright pexels/Tatiana Syrikova

Lingkungan tidur yang bising, terlalu terang, atau suhu ruangan yang tidak nyaman juga dapat membuat anak sulit tidur. Tempat tidur yang kurang nyaman atau kamar yang terlalu ramai bisa mengganggu proses anak untuk terlelap.

Menciptakan suasana kamar yang tenang, gelap, dan nyaman sangat penting untuk membantu anak mendapatkan tidur yang berkualitas.

Lingkungan tidur yang bising, terlalu terang, atau suhu ruangan yang tidak nyaman juga dapat membuat anak sulit tidur. Tempat tidur yang kurang nyaman atau kamar yang terlalu ramai bisa mengganggu proses anak untuk terlelap.

Menciptakan suasana kamar yang tenang, gelap, dan nyaman sangat penting untuk membantu anak mendapatkan tidur yang berkualitas.