Tips Belanja Lebih Bijak agar Tak Mudah Tergoda Fast Fashion

Hilda IrachDiterbitkan 01 Januari 2026, 15:32 WIB

ringkasan

  • Fast fashion berdampak negatif pada lingkungan dan tenaga kerja.
  • Pilih pakaian berkualitas dan hindari pembelian impulsif.
  • Dukung merek yang berkelanjutan dan edukasi diri tentang mode.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, belanja adalah kegiatan yang menyenangkan, tetapi sering kali kita terjebak dalam godaan fast fashion. Fast fashion adalah pakaian murah dan trendi yang diproduksi dengan cepat, namun memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat. Dalam artikel ini, kita akan membahas tips belanja lebih bijak agar tidak mudah tergoda oleh fast fashion.

Fast fashion memungkinkan kita untuk membeli pakaian dengan harga rendah, tetapi di balik itu terdapat masalah serius seperti kerusakan lingkungan dan praktik tenaga kerja yang tidak etis. Menurut Madeleine MacGillivray, advokat iklim, sebagian besar fast fashion terbuat dari tekstil sintetis yang menghasilkan emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk berbelanja dengan bijak dan memilih opsi yang lebih berkelanjutan.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda berbelanja lebih bijak dan menghindari godaan fast fashion:

What's On Fimela
2 dari 10 halaman

1. Prioritaskan Kualitas daripada Kuantitas

Memilih pakaian berkualitas tinggi yang dapat bertahan lama adalah langkah pertama yang penting. Vivienne Westwood, desainer mode legendaris, menyarankan untuk "buy less but buy better." Pilihlah pakaian yang Anda sukai dan cocok, sehingga Anda merasa nyaman dan ingin menyimpannya lebih lama.

3 dari 10 halaman

2. Belanja Pakaian Bekas atau Vintage

Membeli pakaian bekas adalah cara yang efektif untuk berbelanja secara berkelanjutan. Alyssa Lau dan Molly Blutstein merekomendasikan belanja vintage dan second-hand. Dengan cara ini, Anda tidak hanya mendapatkan barang unik, tetapi juga membantu mengurangi limbah pakaian.

4 dari 10 halaman

3. Periksa Bahan Pakaian

Hindari bahan murah yang umum dalam fast fashion seperti poliester dan akrilik. Pilihlah pakaian yang terbuat dari serat alami seperti wol, katun, atau linen. Jane Marsh merekomendasikan untuk selalu memeriksa label pakaian dan memilih bahan yang lebih ramah lingkungan.

5 dari 10 halaman

4. Manfaatkan Pakaian yang Sudah Dimiliki

Alih-alih membeli pakaian baru, manfaatkan apa yang sudah ada di lemari Anda. Pakaian yang paling berkelanjutan adalah yang sudah Anda miliki. Sebuah patokan yang baik adalah memakai pakaian minimal tiga puluh kali sebelum menggantinya.

6 dari 10 halaman

5. Kurangi Pembelian Impulsif

Buatlah daftar belanja sebelum Anda pergi berbelanja. Pertanyakan dorongan untuk membeli dan berikan jeda waktu sebelum melakukan pembelian. Ini membantu Anda membuat keputusan yang lebih sadar dan menghindari pembelian impulsif.

7 dari 10 halaman

6. Dukung Merek yang Berkelanjutan

Pilihlah untuk membeli dari merek yang berkomitmen pada keberlanjutan dan etika. Cari tahu merek mana yang peduli terhadap hak asasi manusia dan mengikuti standar tenaga kerja yang baik.

8 dari 10 halaman

7. Edukasi Diri dan Kurangi Paparan Iklan

Berhenti mengikuti buletin fast fashion dan pilih sumber yang mendukung mode berkelanjutan. Sesuaikan feed media sosial Anda untuk mengurangi godaan pembelian impulsif.

9 dari 10 halaman

8. Perawatan Pakaian yang Baik

Merawat pakaian dengan benar dapat memperpanjang masa pakainya. Belajar melakukan perbaikan sederhana juga dapat membantu Anda menghemat uang dan mengurangi limbah.

10 dari 10 halaman

9. Sewa atau Tukar Pakaian

Menyewa pakaian atau menukar pakaian dengan teman adalah cara yang bagus untuk memperbarui lemari pakaian tanpa membeli barang baru. Ini juga membantu mengurangi konsumsi barang baru.

Dengan menerapkan tips ini, Sahabat Fimela dapat berbelanja lebih bijak dan berkontribusi pada keberlanjutan. Ingat, belanja cerdas bukan hanya tentang menghemat uang, tetapi juga tentang membuat keputusan yang lebih baik untuk diri sendiri dan lingkungan.